Ketua Komisi XI DPR Tolak Intervensi Sri Mulyani dalam Seleksi BPK

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Sorta Tobing

10/7/2019, 18.02 WIB

"Tidak boleh ada intervensi dari pihak lain, termasuk Sri Mulyani," kata Ketua Komisi XI DPR Melchias Mekeng.

seleksi anggota BPK
Arief Kamaludin|KATADATA
Ketua Komisi XI DPR Melchias Mekeng menilai, proses seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melewati mekanisme yang benar.

Ketua Komisi XI DPR Melchias Mekeng menilai, proses seleksi anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah melewati mekanisme yang benar. "Tidak boleh ada intervensi dari pihak lain, termasuk Sri Mulyani," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/7).

Sebagai informasi, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemarin bertemu dengan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Pertemuan ini untuk membahas proses seleksi anggota BPK yang sedang berlangsung. Namun, usai keluar dari ruang pimpinan, Sri Mulyani memilih tidak memberikan komentar kepada wartawan.

 (Baca: Dari 32 Nama, 12 Politikus Lolos Seleksi Administrasi BPK)

Melchias menyebutkan, kalau memang Menteri Keuangan ingin memberikan masukan tidak bisa melalui pertemuan secara tiba-tiba. Ia pun menambahkan hingga saat ini belum ada masukan dari Sri Mulyani kepada Komisi XI terkait seleksi anggota BPK. "Kalau dia mau kasih masukkan lewat surat, enggak ada dengan cara kayak gitu. Saya tidak tahu," ujarnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani sempat mengomentari pemilihan Calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Menurut dia, saat ini banyak politikus yang melamar sebagai anggota BPK. Ia mengatakan, DPR sebagai pihak yang akan melakukan seleksi terhadap calon anggota BPK harus mengetahui pentingnya tanggung jawab instusi tersebut.

Adapun BPK adalah institusi yang disebutkan secara khusus dalam UUD 1945 untuk bisa menjaga tata kelola dan kredibilitas pengelolaan keuangan negara di seluruh Indonesia.

Maka dari itu, calon anggota BPK harus bisa mengelola keuangan negara agar seimbang. Selain itu, calon anggota BPK dinilai Sri Mulyani juga harus memiliki kredibilitas yang tinggi.

(Baca: Politikus Gerindra Calon Anggota BPK, Eks Aktivis hingga Caleg Gagal)

32 Nama Lolos Seleksi Administrasi Anggota BPK

DPR sudah menyeleksi 32 nama calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang lolos seleksi administrasi. Saat ini ke-32 nama tersebut telah diserahkan ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Sebelumnya, nama-nama tersebut juga sudah diserahkan ke Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet).

Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir menjelaskan, nama-nama tersebut akan berada di DPD selama sebulan. "Terhitung sebulan, jadi nanti tanggal 7 Agustus akan balik lagi ke kami. Lalu akan dikerucutkan menjadi lima nama saja," katanya.

Setelah dari DPD, Komisi XI akan kembali memutuskan siapa saja yang akan lolos ke tahap selanjutnya yakni uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). Keputusan nantinya akan dipertimbangkan berdasarkan rekomendasi dari DPD.

"Jadi bisa saja rekomendasi DPD menjadi keputusan kami bisa saja tidak," ucap dia. Adapun uji kelayakn dan kepatutan (fit and proper test) dijadwalkan terselenggara pada pertengahan Agustus mendatang.

(Baca: Politikus Gerindra Calon Anggota BPK, Eks Aktivis hingga Caleg Gagal)

Dari 32 nama yang terpilih, 12 di antaranya memiliki latar belakang di partai politik. Berikut nama-nama calon anggota BPK yang lolos seleksi administrasi:

  1. Nurhayati Ali Assegaf (Partai Demokrat)
  2. Pius Lustrilanang (Partai Gerindra)
  3. Ahmadi Noor Supit (Partai Golkar)
  4. Tjatur Sapto Edy (PAN)
  5. Ruslan Abdul Gani (Partai Golkar)
  6. Daniel Lumban Tobing (PDIP)
  7. Akhmad Muqowam (PPP)
  8. Wilgo Zainar (Partai Gerindra)
  9. Bambang Pamungkas (internal BPK)
  10. Riza Suarga (swasta)
  11. Eddy Suratman (akademisi)
  12. Izhari Mawardi (konsultan)
  13. Jimmy M Rifai Gani (swasta)
  14. Raja Sirait (konsultan)
  15. Heru Muara Sidik (swasta)
  16. Muhammad Yusuf Ateh (birokrat)
  17. Fontian Munzil (hakim)
  18. Saiful Anwar Nasution (internal BPK)
  19. Dadang Suwarna (internal BPK)
  20. I Gede Kastawa (internal BPK).
  21. Hendra Susanto (internal BPK)
  22. Gunawan Adji (akademisi)
  23. Muhammad Syarkawi Rauf (akademisi)
  24. Suharmanta (PKS)
  25. Tito Sulistio (swasta)
  26. Indra Utama (birokrat)
  27. Heru Kreshna Reza (internal BPK)
  28. Chandra Wijaya (akademisi)
  29. Sahala Benny Pasaribu (PDI Perjuangan)
  30. Syafri Adnan Baharuddin (internal BPK)
  31. Harry Azhar Aziz (petahana, mantan politikus Golkar)
  32. Achsanul Qosasi (petahana, mantan politikus Demokrat)

(Baca: Achsanul Qosasi, Calon Anggota BPK yang Sukses Besarkan Madura United )

Reporter: Agatha Olivia Victoria

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha