Ditopang Emas, Penjualan Antam Tembus Rp 14,4 T pada Semester I 2019

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Ekarina

2/8/2019, 10.10 WIB

Sepanjang semester pertama 2019 Antam membukukan penjualan emas 15.741 kilogram.

Seorang pegawai memegang emas imitasi di butik emas Antam, Mall Ambasador, Jakarta Pusat (29/7). Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 3.000 (0,46%) menjadi Rp 656.000/gram pada perdagangan Senin ini (29/7/201
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pegawai memegang emas imitasi di butik emas Antam, Mall Ambasador, Jakarta Pusat (29/7). Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun Rp 3.000 (0,46%) menjadi Rp 656.000/gram pada perdagangan Senin ini (29/7/2019), dari Rp 659.000/gram akhir pekan lalu. 

PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mencatat penjualan sebesar Rp 14,43 triliun pada semester pertama 2019, naik 22 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 11,82 triliun. Komoditas emas masih menjadi penyumbang utama penjualan Antam yakni 67 % senilai Rp 9,61 triliun.

Dari sisi volume, penjualan emas Antam tercatat 15.741 kilogram (kg), meningkat 14 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 13.760 kg. Adapun 979 kg emas Antam berasal dari tambang Pongkor, Bogor dan Cibaliung, Banten.

"Antam terus meningkatkan penjualan emas dengan berinovasi pada berbagai produk logam mulia serta memperluas jaringan pemasaran," kata manajemen dalam Keterbukaan Informasi, Kamis (1/8).

(Baca: Emas Antam Turun Jadi Rp 702.500, Imbas Turunnya Harga Emas Dunia)

Selain emas, seluruh produk pertambangan perseroan rata-rata juga membukukan kenaikan. Penjualan feronikel, pada semester I tercatat sebesar Rp 2,31 triliun, atau berkontribusi sebesar 16 % terhadap total penjualan. Secara volume, penjualannya mencapai 13.157 TNi, atau naik 5 % dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu  sebesar 12.579 TNi.

Adapun produksi feronikel sepanjang enam bulan pertama 2019 tercatat 13.017 TNi, naik 2% dibandingkan capaian produksi periode yang sama pada tahun lalu sebesar 12.811 TNi.

Sepanjang semester satu lalu, Antam juga menjual bijih nikel senilai Rp 1,76 triliun, naik drastis 107 % dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 849 miliar. Adapun dari segi volume, perusahaan membukukan  penjualan sebesar 3,90 juta wet metrik ton (wmt), yang juga naik tajam 103% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Volume produksi bijih nikel yang digunakan produksi feronikel serta penjualan domestik dan ekspor tercatat sebesar 4,79 juta wmt, tumbuh 27% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu 3,77 juta wmt.

(Baca: Harga Emas Dunia Tertinggi dalam 6 Tahun, Emas Antam Terkerek Naik)

Sedangkan untuk bauksit, persroan membukukan kenaikan penjualan 136 % menjadi  Rp 297 miliar dibandingkan periode yang sama di 2018 dengan volume penjualan 611 ribu wmt atau naik 138% dibandingkan penjualan pada periode sebelumnya.

Sepanjang semester pertama, produksi bauksit mencapai 323 ribu wmt atau naik 49% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN