Warga Terdampak Gempa Banten Sudah Kembali ke Rumah

Penulis: Desy Setyowati

4/8/2019, 10.18 WIB

Camat Carita, Panimbang, dan Sumur mengimbau warga untuk tetap waspada.

warga sudah kembali ke rumah pascagempa banten
ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki
Ilustrasi, warga menunjukkan bagian rumah yang rusak akibat gempa di Kampung Bojong, Pandeglang, Banten, Sabtu (3/8/2019). Warga terdampak sudah kembali ke rumah masing-masing pascagempa, Jumat (2/8) lalu.

Warga terdampak gempa Banten sudah kembali ke rumahnya masing-masing pada Minggu dini hari tadi. Mereka mengungsi sejak terjadinya lindu bermagnitudo 6,9 pada Jumat malam (2/8) lalu.

Meski begitu, Camat Carita Suntama mengimbau agar masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten tetap waspada. "Kondisi saat ini masyarakat pesisir pantai Carita dan sekitarnya sudah kembali ke rumah masing-masing,” kata dia saat dikonfirmasi, Minggu (4/8).

Ia juga meminta agar masyarakat tidak percaya pada informasi palsu atau hoaks yang bisa menimbulkan kecemasan. "Kami pastikan, sejak gempa kemarin malam (2/8) air laut masih normal hingga saat ini. Semoga tidak terjadi gempa susulan lagi, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seperti itu. Jadi Carita aman terkendali," katanya.

(Baca: Tak Ada Tsunami, BNPB Pastikan Korban Jiwa Gempa Banten Capai 4 Orang )

Hal senada disampaikan oleh Camat Panimbang E Suaedi dan Camat Sumur Endin Haerudin. Keduanya mengatakan bahwa seluruh warga sudah kembali ke rumah masing-masing dari pengungsian.

"Masyarakat sudah kembali ke rumah, namun tetap waspada. Panimbang sampai malam ini aman, air laut masih normal seperti biasa dari kemarin malam pada saat gempa," kata E Suaedi.

Pada kesempatan berbeda, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir mencatat ada 139 rumah warga rusak akibat gempa Jumat lalu. Secara rinci, 121 unit mengalamai rusak ringan dan 18 lainnya rusak berat.

Selain itu, ada lima masjid dan satu Gelanggang Olahraga (GOR) rusak akibat gempa. Bencana alam tersebut juga mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Banten. Tidak ada yang mengalami luka berat dan satu orang luka ringan.

(Baca: Mewaspadai Potensi Gempa Bumi Besar di Selat Sunda)

Sedangkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan, empat korban meninggal dunia akibat gempa bumi bermagnitudo 6,9 di Banten. Sebanyak dua orang berasal dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan dua lainnya dari Kabupaten Lebak, Banten.

Dua korban di Lebak sudah terkonfirmasi atas nama Rasinah (48 tahun) karena serangan jantung dan Salam (95 tahun) karena kelelahan ketika dievakuasi. "Korban terpeleset saat mengungsi dari Sukabumi adalah Ruyani (35 tahun). Yang satu belum diketahui sebabnya (Ajay, 58 tahun)," kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo, kemarin (3/8). 

(Baca: Gempa Banten 7,4, Warga Sukabumi hingga Lampung Panik Keluar Rumah)

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan