Aliran Masuk Modal Asing Berlanjut, Tembus Rp 179 T Sepanjang Tahun

Penulis: Agatha Olivia Victoria

Editor: Martha Ruth Thertina

9/8/2019, 15.41 WIB

Investor asing sempat membukukan penjualan bersih hampir Rp 2 triliun pada Rabu (7/8) di tengah memanasnya hubungan dagang AS dan Tiongkok.

aliran modal asing, investasi asing, bank Indonesia
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

Pasar saham dan obligasi sempat tertekan oleh arus keluar modal asing. Namun, Bank Indonesia (BI) memantau modal asing sudah kembali mengalir masuk. Sejak awal tahun hingga 8 Agustus, aliran masuk modal asing mencapai Rp 179,6 triliun.

Sebanyak Rp 113,7 triliun di antaranya masuk ke Surat Berharga Negara (SBN), sedangkan Rp 65,9 triliun masuk ke saham. "Ini menunjukkan kepercayaan investor asing terhadap ekonomi Indonesia,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (9/8).

Sebelumnya, investor asing membukukan penjualan bersih saham Rp 1,09 triliun pada Selasa (6/8), yang dilanjutkan dengan penjualan bersih nyaris Rp 2 triliun pada Rabu (7/8). Ini terjadi di tengah memanasnya perang dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, serta risiko perang mata uang.

(Baca: Investor Asing Jual Saham Rp 2 Triliun, Korban Terbesar 3 Bank Kakap)

Menurut Perry, premi risiko investasi di Indonesia yang tetap rendah menjadi salah satu faktor yang menyokong aliran masuk modal asing. Premi risiko untuk jangka waktu lima tahun berada di level 90,8. Level ini dinilai relatif rendah dibandingkan premi risiko negara setara. Selain itu, kebijakan Indonesia yang masih cukup baik.

Ia pun menilai biasa tekanan keluar modal asing yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. “Memang sempat ada sedikit outflow, itu biasa. Tapi kemudian ada lagi inflow yang masuk ke Indonesia," ujarnya.

(Baca: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II Tembus 3% PDB Akibat Tiga Faktor)

Ia menyatakan BI akan memastikan pasar keuangan tetap stabil saat terdapat faktor teknikal jangka pendek. BI siap melakukan intervensi di pasar spot maupun forward valuta asing (valas). Selain itu, intervensi melalui pembelian SBN di pasar sekunder.

"Secara keseluruhan, pasar valuta asing bergerak stabil. Ini sangat bagus terutama karena perbankan dan dunia usaha juga turut membantu menjaga nilai tukar," ujar dia.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan