Distributor Nike Dapat Fasilitas Kredit dan Jaminan Rp 107 M dari BCA

Penulis: Ihya Ulum Aldin

Editor: Martha Ruth Thertina

9/8/2019, 18.01 WIB

Fasilitas ini akan digunakan untuk modal kerja dan belanja modal.

Mega Perintis, BCA
Arief Kamaludin|KATADATA

Perusahaan garmen sekaligus distributor barang mode PT Mega Perintis Tbk (ZONE) dan entitas anaknya mendapatkan fasilitas kredit serta bank garansi dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Total nilai fasilitas tersebut mencapai Rp 107,11 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis oleh perusahaan pada Jumat (9/8), perusahaan pemegang merk dagang Manzone, MOC, Men’s Top, serta distributor Nike Indonesia tersebut mendapatkan empat fasilitas kredit, dan satu bank garansi.

Rinciannya, Kredit Lokal dengan plafon Rp 7,5 miliar dan jangka waktu pengembalian satu tahun. Lalu, Pinjaman Berjangka alias Time Loan (Revolving) dengan plafon Rp 77,5 miliar dan jangka waktu pengembalian satu tahun.

(Baca: Pemegang Merek Manzone akan Digitalisasi 20 Gerai Baru)

Ketiga, Kredit Cicilan alias Installment Loan dengan plafon Rp 15 miliar dan jangka waktu lima tahun sejak penarikan pertama. Keempat, Kredit Investasi dengan plafon Rp 5,11 miliar dan jangka waktu pengembalian Juli 2022. Terakhir, Bank Garansi dengan batas maksimal sebesar Rp 2 miliar dengan jangka waktu satu tahun.

Fasilitas ini akan digunakan untuk modal kerja dan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan. Tahun ini, Mega Perintis menganggarkan capex sekitar Rp 30 miliar.

Sebelumnya, Direktur Utama Mega Perintis Franxiscus Afat Adinata mengatakan capex bakal digunakan untuk menambah sebanyak 20 gerai baru, terdiri dari 12 toko di Pulau Jawa dan delapan lainnya di luar Pulau Jawa.

Selain dari pinjaman perbankan, sumber pendanaan capex tahun ini berasal dari dana penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) dan dari dana internal.

Perusahaan berharap capex bisa mendukung kinerja bisnis semakin positif ke depan sehingga imbal hasil yang diterima pemegang saham juga semakin meningkat.

Mega Perintis menargetkan penjualan mencapai Rp 544 miliar tahun ini atau naik 19% dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 457 miliar. Sedangkan laba bersih ditargetkan sebesar Rp 47,8 miliar atau naik 17% dibandingkan tahun lalu.

Sepanjang semester I tahun ini, perusahaan mencatatkan penjualan bersih Rp 298,81 miliar, tumbuh 17% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 254,91 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp 31,5 miliar atau naik 9% dibandingkan periode sama tahun lalu yaitu Rp 28,9 miliar.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN