Kursi Wagub DKI Masih Kosong, Ini Profil Calon Pengganti Sandiaga

Penulis: Abdul Azis Said

Editor: Hari Widowati

15/8/2019, 08.53 WIB

Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto merupakan dua nama calon pengganti Sandiaga Uno yang diajukan kepada DPRD DKI Jakarta.

Anies Baswedan, Sandiaga Uno, wagub DKI Jakarta, pengganti Sandiaga Uno jadi wagub DKI, Ahmad Syaikhu, Agung Yulianto, Sara Djojohadikusumo
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Gubernur Sandiaga Uno (kiri) seusai Rapat Paripurna di DPRD DKI Jakarta, Rabu (15/11/2017). Kursi wagub DKI Jakarta yang ditinggalkan Sandiaga sejak 2018 hingga kini masih kosong.

Setahun sudah kursi wakil gubernur DKI Jakarta kosong setelah ditinggalkan Sandiaga Uno. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyentil kinerja Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub DKI Jakarta yang dianggap molor. Padahal, sejumlah calon telah diajukan sejak tahun lalu. 

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyodorkan nama Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto sebagai calon wagub yang bakal menggantikan Sandiaga. Keduanya resmi menjadi calon wagub DKI yang telah diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta. Sebelumnya, nama keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, juga sempat disebut-sebut sebagai calon wagub DKI. 

Berikut ini adalah profil dari ketiga tokoh tersebut. 

Ahmad Syaikhu

Politisi PKS Ahmad Syaikhu adalah mantan wakil wali kota Bekasi, Jawa Barat. Setelah masa jabatannya habis, ia maju di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Ia berpasangan dengan Sudrajat tetapi ia kalah suara dibandingkan pesaingnya, pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

Pria kelahiran Cirebon, 23 Januari 1965 ini merupakan seorang akuntan lulusan Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN). Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah bekerja sebagai auditor di Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Selatan pada 1986. Tiga tahun bekerja, Syaikhu kemudian dimutasi ke BPKP Pusat.

Setelah mengakhiri kariernya sebagai auditor, Syaikhu mulai terjun ke dunia politik dengan bergabung sebagai kader PKS. Syaikhu kemudian maju pada Pemilihan Legislatif (Pileg) Kota Bekasi dan berhasil lolos sebagai anggota DPRD Bekasi pada 2004. Belum usai jabatannya sebagai anggota dewan, pada 2008 ia maju sebagai calon wali kota Bekasi tetapi gagal terpilih.

Sebelum menjadi wakil wali kota pada 2013, Syaikhu sempat kembali menduduki kursi legislatif dan berhasil lolos sebagai anggota DPRD Jawa Barat periode 2009-2013. Meski gagal di Pilgub Jabar tahun lalu, Syaikhu lolos ke Senayan. Ia akan menduduki kursi anggota DPR RI periode 2019-2024 setelah meraup suara terbanyak untuk Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat 7.

Selain piawai mengurusi legislatif dan eksekutif, Syaikhu juga berbakat di bidang olahraga menembak. Ia sempat menjabat sebagai Ketua Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (Perbakin) cabang Kota Bekasi selama dua periode. Setelah itu, ayah dari enam anak ini juga dipercayai memegang jabatan sebagai pembina di Perbakin Kota Bekasi.

(Baca: Anies Baswedan Tanpa Wakil Gubernur Pengganti Sandi Menginjak 350 Hari)

Agung Yulianto

Agung Yulianto adalah politisi PKS yang juga berprofesi sebagai akuntan. Lulusan STAN ini juga pernah bekerja sebagai auditor di BPKP Pusat sebagaimana Ahmad Syaikhu.

Namanya mulai muncul ketika disebut sebagai kandidat calon wagub untuk Anies pada akhir tahun lalu. Di partainya, Agung menjabat Sekretaris Umum dari Dewan Pengurus Wilayah PKS DKI Jakarta.

Sepanjang masa rehatnya sebagai auditor sebelum terjun ke politik, Agung juga pernah meniti karir sebagai pengusaha untuk jaringan produk halal. Perusahannya yang bernama PT Herba Penawar Alwahida Indonesia (HPAI) merupakan pabrikan produk herbal, salah satunya komestik herbal halal. Di perusahaan tersebut, Agung memegang posisi sebagai direktur utama.  

Kemampuan Agung di bidang ekonomi menurut Tim Uji Kepatutan dan Kelayakan, Ubedilah Badrun, menjadi nilai lebih Agung. Latar belakangnya sebagai seorang pengusaha membuatnya mirip dengan Sandiaga, yang juga paham ekonomi dan seorang pengusaha. "Dia memahami pola keuangan pemerintah dan mampu di eksekutor di ekonomi. Penguasaan detail tentang peta ekonomi juga terlihat pada diri Agung," ujar Ubed seperti dikutip dari CNN Indonesia.

(Baca: Di Depan Anies, Mendagri Sindir Kekosongan Posisi Wagub Jakarta)

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo

Nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang tak lain adalah keponakan Prabowo, sempat disebut sebagai kandidat yang akan dicalonlan oleh Partai Gerindra menggantikan posisi Sandiaga. Kabar burung terkait pencalonannya itu bermula dari dukungan organisasi sayap Partai Gerindra, yaitu Tunas Indonesia Raya (Tidar) dan Gerakan Kristen Indonesia Raya (Gekira). Namun, kabar tersebut dibantah pengurus Partai Gerindra.

Perempuan kelahiran 27 Januari 1986 ini belum lama terjun ke dunia politik. Ia adalah mantan anggota komisi VIII DPR RI bidang Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dari Partai Gerindra periode 2014-2019. Ia berhasil mengambil jatah satu kursi di Senayan setelah mendapatkan 48 ribu suara dari Dapil Jawa Tengah IV.

Sara Djojohadikusumo adalah putri dari Hashim Djojohadikusumo. Ia adalah generasi ketiga dari keluarga Soemitro Djojohadikoesoemo, mantan Menteri Keuangan serta Menteri Perindustrian dan Perdagangan di era Presiden Soekarno maupun Menteri Perindustrian dan Perdagangan era Presiden Soeharto.

Sara Djojohadikusumo
Sara Djojohadikusumo (TWITTER/RAHAYU SARASWATI)

 

Pada Pemilu 2019, Sara kembali menjajal keberuntungannya untuk periode keduanya sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024. Namun, di Dapil DKI Jakarta III ia kalah dari rekan separtainya, Kamrussamad yang memperoleh lebih dari 83 ribu suara. Sara yang memperoleh 79 ribu lebih suara gagal melenggang ke Senayan.

Sara membangun citra dirinya sebagai politisi yang paling vokal menentang isu perdagangan manusia (human traficking). Selain itu ia juga banyak menyerukan isu-isu sosial lainnya seperti penanganan korban bencana gempa di Lombok, bekerja sama dengan Kementerian Sosial terkait Sosialisasi UU Disabilitas hingga isu kekerasan seksual pada perempuan dan anak.

Sebelum terjun ke dunia politik, Sara sangat menyukai seni peran. Sara adalah lulusan University Of Virginia dengan fokus studi drama dan klasik pada 2005. Ia melanjutkan pendidikannya di bidang seni peran di International School of Screen Acting, London pada 2007.

Kepiawaiannya berakting terlihat dalam beberapa film. Pada 2009 hingga 2011 ia sempat memainkan peran sebagai Senja pada Trilogi film Merah Putih. Dua tahun kemudian, ia dipercaya berperan sebagai Leticia, sosok protagonis yang banyak memberi semangat untuk Margaret (pemeran utama) untuk menggapai impiannya, dalam film Dream Obama. Sebelum menjadi anggota DPR, ia juga sempat berperan sebagai Taminah dalam film Gunung Emas Almayer pada 2014.

(Baca: Ditawari Nasdem Ikut Pilgub DKI, Risma: Biar Tuhan yang Gariskan)


Penulis: Abdul Azis Said (Magang)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

VIDEO PILIHAN