Wiranto dan Moeldoko Tuding Benny Wenda Aktor Rusuh di Papua

Penulis: Ameidyo Daud dan Fahmi Ramadhan

2/9/2019, 16.37 WIB

Menko Polhukam Wiranto menyebut Benny Wenda kerap menyuarakan berita bohong soal Papua ke dunia internasional.

Wiranto, Rusuh Papua, Benny Wenda.
ANTARA FOTO/Olha Mulalinda
Menkopolhukam, Wiranto (kedua kanan) mengatakan Ketua Gerakan Pembebasan Bersatu untuk Papua Barat Benny Wenda terlibat dalam rusuh di Papua dan Papua Barat.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menuding Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) Benny Wenda berada di balik rusuh di Papua dan Papua Barat baru-baru ini.

Wiranto menyatakan Benny Wenda kerap bepergian ke beberapa negara untuk memberikan informasi yang dianggap palsu soal Papua. Sehingga menimbulkan persepsi internasional bahwa Indonesia menelantarkan Papua.

“Saya kira benar bahwa Benny Wenda bagian dari konspirasi masalah ini. Tapi kami harus lawan dengan kebenaran,” kata Wiranto saat memberikan keterangan resmi kepada awak media di kantornya, Jakarta, Senin (2/9).

(Baca: Polda Papua Tetapkan 30 Tersangka Kerusuhan di Jayapura)

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini mengatakan cara menepisnya dengan meyakinkan dunia internasional bahwa pemerintah benar-benar membangun Papua dan Papua Barat. Bahkan menurutnya, pemerintah telah menghabiskan anggaran Rp 92 triliun untuk membangun wilayah tersebut.

“Mana mungkin kami menelantarkan (Papua),” ujarnya.

Keterangan Wiranto ini tak berbeda dengan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang menyebut Benny kerap bepergian untuk menyebarkan kabar bohong. "Jelas Benny Wenda. Dia mobilisasi diplomasi (dan) informasi yang tidak benar,” kata Moeldoko kepada wartawan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berangkat sore ini ke Papua untuk berkantor sementara di sana. Keduanya akan bekerja selama 4 hingga 10 hari guna memulihkan kondisi Papua dan Papua Barat.

“Untuk pengendalian dan dialog dengan beberapa tokoh penting,” kata Iqbal.

(Baca: Empat Warga Meninggal Pasca Aksi Demonstrasi di Papua)

Sedangkan Hadi mengatakan dirinya dan Tito berkantor di Papua untuk waktu yang tidak ditentukan. Tujuan keduanya di sana adalah agar kondisi wilayah paling Timur Indonesia itu terpantau dari dekat.

“Lamanya tergantung perkembangan situasi,” kata Hadi kepada Antara.

 

Reporter: Antara

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan