Gerindra Bakal dapat Dua Kursi Pimpinan di DPR

Penulis: Antara

Editor: Yuliawati

7/10/2019, 18.55 WIB

Gerindra mendapatkan kursi pimpinan berdasarkan komposisi perolehan suara parpol di Pemilu 2019 dan jumlah kursi di DPR.

sidang DPR, Gerindra,
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Suasana sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/12).

Fraksi Gerindra akan mendapatkan dua kursi pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) termasuk kursi di komisi-komisi DPR. Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan, pembagian kursi pimpinan tersebut berdasarkan komposisi perolehan suara parpol di Pemilu 2019 dan jumlah kursi di DPR.

"Kami sudah tahu bahwa sepertinya Gerindra akan mendapatkan dua kursi pimpinan dan sembilan wakil pimpinan AKD," kata Sufmi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/10) dikutip dari Antara.

Sufmi mengatakan, internal fraksi Gerindra masih membahas posisi alat kelengkapan yang akan diambil. "Ini sedang dipertimbangkan. Menurut saya semua sama, karena mau jadi ketua atau wakil ketua," kata Sufmi.

(Baca: Gerindra Bantah Lobi Prabowo-Mega Bahas Jatah Menteri)

Ia mengatakan bila partai mengincar salah satu kursi alat kelengkapan, namun tak berhasil mendapatkannya merupakan risiko yang harus dihadapi mengikuti aturan yang ada.

Namun menurut dia hal itu bisa berubah ketika ada musyawarah dan lobi-lobi antar-pimpinan partai serta fraksi. "(Lobi-lobi) ada, tetap jalan. Ini sudah diberikan kesempatan untuk lobi-lobi dalam sehari," katanya.

Selain kursi pimpinan alat kelengkapan DPR, Gerindra sempat mengincar kursi Ketua MPR. Namun upaya ini gagal karena hampir seluruh fraksi dan kelompok DPD kompak mendukung politikus Golkar Bambang Soesatyo.

(Baca: Bamsoet Jadi Ketua MPR, Siasat Airlangga Pertahankan Ketum Golkar)

Calon Ketua MPR dari Gerindra, Ahmad Muzani menceritakan karena negosiasi alot, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berinisiatif menelepon Megawati agar PDIP menyerahkan kursi Ketua MPR kepada Gerindra. Alasannya, PDIP merupakan partai yang dianggap paling berhak atas jatah Ketua MPR setelah memenangkan Pemilu 2019.

Megawati awalnya agak berat menolak permintaan Prabowo. Namun, pemilihan Bambang sebagai Ketua MPR hampir selesai. Sulit untuk menarik dukungan delapan fraksi dan kelompok DPD dari politisi Golkar itu dan mengalihkannya ke Muzani. Atas dasar itu, Megawati meminta pengertian Prabowo untuk legowo.

(Baca: Gerindra Usul Jokowi Kaji Kembali Revisi UU KPK dengan Ketum Parpol)

 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan