Gojek Pastikan Pelaku Bom Medan Bukan Mitra Pengemudinya

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ameidyo Daud

14/11/2019, 19.56 WIB

Gojek akan lebih berhati-hati dalam menerima mitra pengemudi baru.

Gojek, Bom Medan, Teroris medan
ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Pengemudi ojek online Gojek di Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/10/2019). Gojek memastikan pelaku bom di Markas Polrestabes Medan Rabbial Muslim Nasution alias RMN bukan merupakan mitra pengemudinya. 

Perusahaan penyedia layanan on-demand, Gojek memastikan pelaku bom di Markas Polrestabes Medan Rabbial Muslim Nasution alias RMN bukan mitra pengemudinya. Vice President of Corporate Communications Gojek Kristy Nelwan mengatakan pihaknya telah memeriksa status pengemudi secara internal.

Pelaku saat menjalankan aksinya menggunakan atribut ojek online. Dari penelusuran aparat, Rabbial merupakan mahasiswa berusia 24 tahun asal Kota Medan. Polisi juga telah mengamankan istri pelaku yang berinisial DA.

“Dapat kami pastikan mitra Gojek tidak terlibat, tidak hanya merujuk rekaman kamera tapi secara internal kami lakukan pemeriksaan,” kata Kristy melalui keterangan tertulisnya, Kamis (14/11). Meski bukan mitra, Gojek tetap akan melakukan langkah pencegahan dengan lebih berhati-hati dalam menerima mitra pengemudi baru.

(Baca: Grab & Gojek Belum Bisa Pastikan Mitranya Pelaku Bom Bunuh Diri Medan)

 Gojek juga menyatakan keprihatinannya atas kasus terorisme yang menimbulkan keresahan pada masyarakat Medan. Perusahaan aplikasi buatan Nadiem Makarim ini juga akan mendukung dan membantu pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini.

"Gojek menentang keras segala tindakan anarkis memberi dukungan penuh upaya pihak berwajib dalam menjaga keamanan masyarakat," kata Kristy.

(Baca: Jokowi Perintahkan Aparat Kejar dan Tangkap Pelaku Teror Bom Medan)

Sedangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui juru bicaranya, Fadjroel Rachman memerintahkan aparat terus mengejar, menangkap, dan mengadili para pelaku teror tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

"Pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap aksi terorisme," kata Fadjroel melalui keterangan tertulisnya, Rabu (13/11).

 

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan