Link Net, Layanan TV Berbayar Grup Lippo yang Dibeli Hary Tanoe

Penulis: Pingit Aria

3/12/2019, 15.15 WIB

Sebelum Link Net, PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) milik Hary Tanoe juga telah mengakuisisi K-Vision.

MNC KATADATA | Arief Kamaludin
MNC KATADATA | Arief Kamaludin
MNC KATADATA | Arief Kamaludin

PT MNC Vision Networks Tbk (IPTV) bersiap untuk membeli perusahaan penyedia internet PT Link Net Tbk (LINK) dari First Media milik Grup Lippo. IPTV merupakan perusahaan penyedia layanan televisi berbayar berbasis internet yang merupakan bagian dari Grup MNC milik Hary Tanoesodibjo

Dalam keterbukaan informasi pada Senin (2/12), IPTV menyatakan bahwa saat ini tengah dalam proses due diligence. “MNC Vision telah menandatangani term sheet untuk menjajaki mayoritas saham PT Link Net Tbk dari First Media dan Asia Link Dewa," tulis Direktur Utama MNC Vision Networks Ade Tjendra.

Di pihak lain, Corporate Secretary First Media Harianda Noerland menyatakan, kelanjutan proses akuisisi bergantung pada hasil uji tuntas yang disepakati para pihak dalam jangka waktu enam bulan ke depan.

"Perseroan tetap dapat melakukan pengembangan bisnis dan sinergi sampai tercapainya kesepakatan lebih lanjut," katanya.

(Baca: MNC Vision Networks Berencana Akuisisi Perusahaan Kompetitor)

Sebelumnya, rencana ekspansi IPTV memang telah santer terdengar. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Jumat (4/10) lalu, IPTV telah membeberkan tengah dalam proses due diligence untuk mengakuisisi saham kompetitor, tanpa menyebut perusahaan yang dimaksud.

Bagaimanapun, PT First Media Tbk atau KBLV ramai disebut sebagai salah satu kandidat karena juga mengoperasikan layanan televisi berbayar melalui afiliasi dengan LINK.

Apalagi, harga saham First Media terus melemah hingga hampir 50 persen karena kinerja keuangan yang merugi dalam setahun terakhir. Hingga hari ini, saham First Media diperdagangkan di level Rp 320 per saham dengan nilai kapitalisasi pasar Rp 557,5 miliar. Perusahaan ini juga mencatatkan kerugian sebesar Rp 64,25 miliar dalam laporan keuangan pada akhir September 2019.

KBLV tercatat memegang 27,44% saham LINK. Sedangkan, pemegang saham terbesar adalah Asia Link Dewa Pte. Ltd sebesar 34,95%.

(Baca: Saingi Iflix hingga Netflix, Gojek Perkuat GoPlay dengan Konten Lokal)

Ini bukan kali pertama IPTV mencaplok kompetitornya di layanan TV berbayar. Sebelumnya, IPTC juga telah mengakuisisi 60% saham K-Vision fokus pada layanan TV berbayar di segmen pasar menengah ke bawah.

Hingga akhir September 2019, IPTV berhasil membukukan laba dengan nilai mencapai Rp 155,24 miliar pada periode Januari-September 2019. Sedangkan, pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan merugi sebesar Rp 47,23 miliar.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan