IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan menuju level 6.545, dan analis merekomendasikan tiga saham pilihan, yaitu Astra International (ASII), Saratoga (SRTG), dan Indika Energy (INDY).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham hari ini, Rabu (12/8), didorong oleh sentimen dan analisis pasar yang positif.
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dengan tren masih bullish, sementara analis merekomendasikan sejumlah saham seperti BUMI, PSAB, dan ESSA untuk diperhatikan investor.
Wall Street menguat dan catat rekor tertinggi setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) dalam waktu dekat.
Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG berpeluang naik pada awal pekan, dengan target uji level 6.440-6.544, meski perlu waspadai potensi pembalikan arah jangka pendek.
Indeks bursa Korea Selatan Kospi memasuki tren bearish (balik arah usai naik) setelah anjlok dalam sebulan terakhir. Penurunan itu diperkirakan akan membayangi tekanan kepada pasar saham regional
Bursa Efek Indonesia merombak susunan Indeks LQ45 dengan memasukkan saham Indika Energy dan Trimegah Bangun Persada, menggantikan Semen Indonesia dan Sarana Menara Nusantara.
IHSG diprediksi melanjutkan kenaikan dengan target 6.453-6.545, sementara analis merekomendasikan saham-saham seperti PT Bukit Asam (PTBA) dan Elnusa (ELSA).
Ada sesuatu yang berubah di Bursa Efek Indonesia. Investor asing yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama pasar kini justru terus mengurangi eksposurnya terhadap saham-saham Indonesia.
Wall Street ditutup menguat dengan Dow Jones mencetak rekor tertinggi baru, didorong kenaikan signifikan pada saham-saham sektor teknologi yang menjadi penopang utama.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melanjutkan tren naik dengan target di level 5.985, sementara analis merekomendasikan tiga saham seperti ADRO dan EMTK untuk diperhatikan investor.