Wall Street ditutup turun pada Kamis (24/4) dengan S&P 500 turun 0,41%, terdorong tekanan saham teknologi dan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang mendongkrak harga minyak.
IHSG diproyeksikan melanjutkan koreksi dengan target support baru, sementara analis merekomendasikan saham AMRT, BBCA, dan BBTN untuk diperhatikan investor.
Wall Street melonjak dan cetak rekor tertinggi baru, didorong sentimen positif dari perpanjangan genjatan senjata AS-Iran serta kinerja emiten yang solid.
Analis memperingatkan IHSG rawan turun pada perdagangan hari ini setelah terkoreksi, dengan posisi teknikal yang sedang berada di akhir fase koreksi tertentu.
Indeks saham Wall Street ditutup bervariasi dengan Dow Jones turun, namun ketiganya mencatatkan kenaikan mingguan positif di tengah perhatian pada gencatan senjata AS-Iran.
Wall Street ditutup menguat didorong optimisme investor bahwa konflik AS-Iran akan segera mereda, dengan indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing naik 0,72% dan 1,16%.
IHSG diprediksi bergerak konsolidasi dengan analis memberikan rekomendasi saham seperti BBNI, BUMI, dan DEWA sambil mengawasi level support dan resistance kunci.
Bursa Efek Indonesia mencatat 12 perusahaan dalam pipeline IPO, di mana 11 di antaranya merupakan entitas beraset jumbo di atas Rp 250 miliar, menunjukkan minat kuat emiten besar.