Garuda Belum akan Hentikan Penerbangan untuk Antisipasi Virus Corona

Penulis: Fariha Sulmaihati

Editor: Happy Fajrian

24/1/2020, 19.04 WIB

Garuda akan terus memantau kondisi terkini melalui perwakilan perusahaan di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya.

garuda indonesia, virus corona, penyebaran virus corona indonesia
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Alat pemindai suhu tubuh di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (22/1/2020). Garuda Indonesia belum akan menutup rute penerbangan ke negara yang telah terinfeksi virus corona.

PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan belum mengambil keputusan untuk menghentikan sementara rute penerbangan dari dan ke Tiongkok untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia.

"Belum ada rencana untuk menghentikan trayek. Karena kan sudah ada penumpang yang membeli tiket sebelumnya. Tapi kami tidak mau memaksakan trayek itu tetap berjalan kalau kondisinya semakin memburuk," kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jumat (24/1).

Dia pun memastikan pergerakan virus tersebut tidak menyebar luas melalui penerbangan Garuda. Meski demikian sejumlah langkah antisipatif telah dijalankan maskapai pelat merah ini.

Irfan menjelaskan antisipasi penyebaran virus corona ke Indonesia melalui penumpang Garuda dengan memasang alat deteksi yang akan memberi notifikasi jika ada penumpang yang menunjukkan gejala penyakit.

(Baca: Belum Ada yang Terjangkit, Jokowi Antisipasi Virus Corona Masuk RI)

Antisipasi juga terus dilakukan dengan terus memantau kondisi terkini melalui perwakilan Garuda di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. "Kami bekerja sama dengan otoritas negara masing-masing. Juga ada peringatan untuk setiap penumpang jika ada penyakit tersebut, petugas imigrasi juga sudah menggunakan masker," kata Irfan.

Dilansir Reuters, otoritas kesehatan Tiongkok telah menyarankan orang untuk menghindari keramaian selama liburan Tahun Baru Imlek. Otoritas kesehatan khawatir tingkat infeksi bisa meningkat selama Imlek, saat ratusan juta warga Tiongkok bepergian di dalam dan luar negeri mulai Jumat (24/1).

Tiongkok telah menangguhkan beberapa transportasi umum di 10 kota dan melarang warganya berpergian untuk membatasi penyebaran virus tersebut. Transportasi bus di kota-kota Chibi, Xiantao, Zhijiang, Qianjiang, Xianning, Huangshi dan Enshi telah menangghentikan layanan. Kota Ezhou telah menutup stasiun kereta.

Otoritas Tiongkok juga telah mengkarantina Wuhan, yang berpenduduk 11 juta orang, dan Huanggang, yang berpenduduk 7 juta orang. Sebagian besar stasiun kereta ditutup, penerbangan ditunda, dan ada pos pemeriksaan di jalan-jalan utama masuk dan keluar kota.

(Baca: IDI Sebut Belum Ada Obat untuk Anti-virus Corona)

Hingga Kamis (23/1), Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mencatat terdapat 830 kasus yang dikonfirmasi dan 25 orang telah meninggal. Sebagian besar kasus berada di kota Wuhan, yang diyakini sebagai titik awal virus tersebut menyebar dari pasar yang memperdagangkan satwa liar ilegal. Adapun virus ini ditularkan dari ular.

Adapun saat ini selain di Tiongkok, infeksi virus corona juga ditemukan di Thailand, yaitu sebanyak empat orang, serta di Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Amerika Serikat (AS) masing-masing satu orang.

Reporter: Fariha Sulmaihati

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan