Danantara tengah melakukan transformasi besar-besaran untuk menyehatkan maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA). Mampukah kinerja GIAA berbalik dari rugi menjadi untung?
PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mendapatkan suntikan modal untuk memperbaiki kinerja keuangannya dari PT Danantara Asset Management (DAM) mencapai US$ 1,84 miliar atau setara Rp 30,31 triliun.
Menteri Investasi Rosan P Roeslani mengungkapkan bahwa investasi dalam negeri meningkat lebih dari 40% di Q3 2024, didukung oleh tiga perusahaan besar, yaitu AMMN, Garuda Indonesia, dan MRT Jakarta.
Maskapai Garuda Indonesia resmi memiliki pengurus baru. Sosok Glenny H. Kairupan jadi direktur utama. Berikut susunan pengurus Garuda Indonesia terbaru.
Harga saham Garuda Indonesia (GIAA) terpantau melesat 49,35% dalam seminggu terakhir di tengah rencana suntikan modal dari Danantara yang mencapai US$ 1,84 miliar atau Rp 30,31 triliun.
Danantara disebut akan menyuntikkan modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) lewat private placement Rp 30,31 triliun. Analis menilai hal ini membuat prospek bisnis GIAA positif.
Garuda Indonesia berencana menambah 7 pesawat baru hingga 2025 untuk memperkuat armada pascapandemi, serta berkolaborasi dengan maskapai global untuk meningkatkan jangkauan dan profitabilitas.
Dengan komunikasi dan transparansi yang tepat, perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan bisa lebih mendapat dukungan dari pemangku kepentingan.