Pariwisata Sepi akibat Virus Corona, Maskapai Bakal Beri Diskon Tiket

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Agustiyanti

6/2/2020, 17.47 WIB

Pemerintah meminta maskapai memberikan diskon tiket pesawat ke sejumlah daerah guna menggairahkan pariwisata yang sepi akibat terdampak virus corona.

tiket pesawat, pariwisata, dampak virus corona
ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
Ilustrasi. Pemerintah meminta maskapai memberikan diskon tiket pesawat untuk mengantisipasi dampak virus corona terhadap pariwisata dalam negeri.

Wabah virus corona mulai berdampak pada pariwisata di dalam negeri, terutama seiring langkah pemerintah menyetop akses masuk wisatawan Tiongkok. Pemerintah pun menyiasatinya dengan meminta maskapai memberikan diskon tiket pesawat ke tiga destinasi wisata yang terdampak, yakni Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan. 

Kepala Staf Presiden Moeldoko menjelaksan Kementerian Perhubungan meminta maskapai penerbangan menurunkan harga tiket pesawat ke tiga lokasi tersebut. 

"Ini sudah disampaikan oleh Menteri Perhubungan karena tiga daerah wisata itu relatif ada penurunanan wisatawan," kata dia di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/2).

(Baca: Ada Virus Corona, Bagaimana Nasib Pertumbuhan Ekonomi RI Tahun Ini?)

Staf Khusus Menteri Perhubungan, Adita Irawati menjelaskan rencana tersebut telah dibicarakan dengan maskapai. Besaran potongan harga yang diberikan nantinya akan diserahkan sepenuhnya pada maskapai yang melayani rute tersebut.

"Kami usahakan agar ini tetap menarik dengan berbagai macam paket dari maskapai. Nanti maskapai akan umumkan berapa diskonnya," kata dia.

Menteri Pariwisata Wishnutama Kusubandio menjelaskan kunjungan wisatawan asal Tiogkok tahun lalu mencapai US$ 2,07 juta.  Total biaya yang dihabiskan mencapai US$ 1.400 untuk setiap kunjungan. 

"Secara devisa mencapai US$ 2,8 miliar. Ini baru dampak langsung dari wisatawan Tiongkok," jelas dia.

(Baca: Virus Corona Bisa Memicu Krisis Ekonomi Global)

Tak hanya kehilangan wisatawa dari Tiongkok, penyebaran virus corona juga dapat berdampak penurunan wisatawan dari negara lain yang memilih menunda perjalanan. Dengan demikian, total potensi devisa yang dapat hilang mencapai US$ 4 miliar. 

Saat ini, menurut dia, beberapa daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh Turis Tiongkok, seperti Bali, Sulawesi Utara, dan Bintan mulai sepi. Oleh karena itu, pemerintah berupaya meningkatkan wisatawan domestik. 

"Kami juga akan meningkatkan MICE (Meetings, incentives, conferences and exhibitions) di berbagai macam tempat. Tapi apakah bisa cover atau tidak, sulit diperkirakan karena kami tidak tahu kapan wabah virus corona ini akan usai," jelas dia. 

Pemerintah menargetkan 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun ini, turun dibandingkan target tahun lalu. Adapun realisasi kunjungan turis asing hanya mencapai 16,1 juta sepanjang 2019, seperti terlihat dalam databoks di bawah ini. 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan