Korban Tewas Corona Jadi 1.523, Tiongkok Kecam Reaksi Berlebihan Dunia

Penulis: Happy Fajrian

15/2/2020, 09.52 WIB

Korban meninggal virus corona bertambah 143 pada Jumat (14/2) menjadi 1.523 orang dan 66.429 orang terinfeksi.

korban meninggal virus corona, tiongkok, virus corona, infeksi virus corona
ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Kyung-
Meski jumlah korban terus bertambah, Tiongkok tak ragu untuk mengecam reaksi dunia internasional yang dianggapnya berlebihan.

Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission) Tiongkok pagi ini, Sabtu (15/2), melaporkan bahwa ada tambahan 143 korban meninggal, serta 2.641 kasus baru terinfeksi virus corona di Tiongkok.

Sebagian besar korban meninggal  dan kasus baru tersebut berasal dari Provinsi Hubei yang menjadi pusat penyebaran epidemi, yakni 139 meninggal dan 2.420 kasus baru. Dengan demikian, jumlah korban meninggal akibat virus corona di Tiongkok mencapai 1.523 dan 66.492 terinfeksi.

Meski jumlah korban terus bertambah, Pemerintah Tiongkok mengecam reaksi berlebihan dunia internasional. Dilansir Reuters, Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi menegaskan bahwa upaya negaranya mengendalikan epidemi sudah sangat menyeluruh.

“Secara keseluruhan epidemi ini sudah dalam kendali kami,” ujar Yi seperti dikutip Reuters, Sabtu (15/2). Dia juga mengatakan bahwa tidak ada negara lain di dunia yang melakukan pencegahan dan pengendalian epidemi ini seperti Tiongkok. "Tapi kami mampu mengendalikannya," tegasnya.

(Baca: Dampak Virus Corona, Pengusaha Hotel Klaim Omzet Turun Hingga 30%)

Bahkan dia mengatakan tidak perlu tindakan berlebihan yang dapat mempengaruhi sektor pariwisata dan perdagangan. Beberapa negara diketahui telah melakukan pembatasan kunjungan terhadap warga Tiongkok atau wisatawan yang baru saja mengunjungi negara tersebut.

Padahal, virus yang bernama resmi COVID-19 ini dilaporkan telah menginfeksi petugas kesehatan di Tiongkok dan Jepang. Badan Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki kapan petugas kesehatan ini terpapar COVID-19.

“Sepertinya infeksi pada petugas kesehatan mencapai puncaknya pada pertengahan Januari dan terus menurun setelahnya. Ini menunjukkan peningkatan perlindungan dan kewaspadaan,” kata Direktur Eksekutif WHO dr. Mike Ryan.

Sementara itu Pemerintah Tiongkok menginstruksikan agar penduduk Tiongkok yang kembali ke Beijing agar mengkarantina dirinya di rumah selama 14 hari untuk mencegah penularan atau tertular virus corona.

(Baca: Jadi Masalah Global, BI Hitung Virus Corona Sebagai Risiko Inflasi RI)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan