Kementan Klaim Stok Daging Ayam dan Sapi Aman Jelang Ramadan

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ekarina

9/3/2020, 13.46 WIB

Sebagian kebutuhan daging akan dipenuhi dari impor.

Kementan Klaim Stok Daging Ayam dan Sapi Aman Jelang Ramadan .
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Pedagang menimbang daging sapi yang dijual di Pasar Senen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Kementerian Pertanian menyatakan stok pangan stabil menjelang lebaran. Sebagian stok pangan, akan dipasok dari impor.

Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan stok pangan asal hewan yang terdiri dari daging ayam dan telur ayam ras serta daging sapi aman menjelang lebaran. Adapun sebagian  kebutuhan daging tersebut akan dipenuhi dari impor

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Ketut Diarmita mengatakan kebutuhan daging ayam ras hingga Mei 2020 diperkirakan sebesar 1,45 juta ton dan daging sapi atau kerbau kebutuhannya diperkirakan sebesar 302.300 ton. 

Sedangkan, produksi daging ayam ras sampai Mei 2020, diperkirakan sebesar 1,72 juta ton, sementara daging sapi atau kerbau 165.478 ton.

(Baca: Harga Pangan Naik, Jokowi Ingatkan Kemendag Jaga Suplai Jelang Ramadan)

"Masih diperlukan tambahan sebanyak 136.822 ton yang akan dipenuhi melalui impor daging sapi atau kerbau sebesar 103.043 ton dan sapi bakalan 252.810 ekor atau setara 56.659 ton daging," ujar Ketut melalui siaran pers, Senin (9/3).

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan kebutuhan telur ayam ras sampai bulan Mei diperkirakan sebesar 2,05 juta ton. Sementara potensi produksi telur ayam ras, diperkirakan sebesar ,.08 juta ton. "Artinya masih ada surplus sebesar 24.906 Ton atau 4.981 ton per bulan,” kata dia.

Pihaknya mengklaim secara umum, Indonesia sudah mandiri dalam penyediaan protein hewani dalam negeri. Yang mana untuk kebututuhan daging ayam dan telur ayam ras sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri, bahkan masih ada surplus. Namun untuk daging sapi, ketersediaannya memang masih memerlukan dukungan impor. 

Ketut meyakini bahwa dengan program peningkatan produksi dan produktivitas sapi dan kerbau saat ini, swasembada daging sapi dapat tercapai pada 2026. "Kami harapkan dengan ketersediaan stok pangan asal hewan yang cukup ini, harga semestinya tetap stabil dan konsumen bisa tenang," kata dia.

 

 

Percepat Impor

Sebelumnya, pemerintah memutuskan mempercepat impor komoditas pangan yakni gula, bawang putih, dan daging kerbau. Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, percepatan impor melalui sinergi antarkementerian dan lembaga.

"Jadi mengenai (impor) gula, bawang putih, kami percepat semuanya. Stok gula akan kami tambahkan," kata Agus usai menghadiri rapat koordinasi pangan dan perdagangan di kantornya, Jakarta, Jumat (6/3).

(Baca: Pemerintah Percepat Impor Gula, Bawang Putih, dan Daging Kerbau)

Pemerintah akan menugaskan Perum Bulog mengimpor daging kerbau sebanyak 25 ribu ton dari India sebagai persiapan Idul Fitri pada tahun ini. Kerbau tersebut diperkirakan masuk ke Indonesia pada April mendatang.

"Izinnya sebentar lagi keluar," ujar Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Bachtiar.

Bulog mendapatkan penugasan impor daging kerbau sepanjang tahun ini sebesar 100 ribu ton.

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan