Pemerintah Telah Periksa 736 Pasien dalam Pengawasan Virus Corona

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Ratna Iskana

11/3/2020, 15.56 WIB

Pemerintah menyatakan lebih dari 20 pasien dinyatakan negatif virus corona.

pemerintah, virus corona
Antara
Juru bicara untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan pemerintah telah memeriksa 736 spesimen terkait virus corona.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Pemerintah menyatakan telah memeriksa 736 spesimen terkait virus corona hingga Rabu (11/3) pagi. Dari jumlah tersebut, tak semua pasien dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Juru bicara untuk penanganan virus corona Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan sudah lebih dari 20 orang dengan kategori pasien dalam pengawasan yang telah dipulangkan dari rumah sakit di Indonesia. "Beberapa kali pemeriksaan hasilnya tetap negatif, keluhannya juga tidak ada, maka banyak  yang sudah kita pulangkan," kata Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/3).

Meski dinyatakan negatif, kondisi kesehatan mereka tetap dipantau oleh Dinas Kesehatan setempat. Para pasien yang sempat diduga terjangkit Covid-19 tersebut pun tetap diminta mengisolasi diri secara mandiri di rumah masing-masing. 

“Isolasi mandirinya selama 14 hari,” kata Yurianto.

Pemerintah juga terus menelusuri orang-orang yang diketahui pernah kontak dekat dengan pasien positif Covid-19. Hanya saja, Yurianto menyebut ada kendala dalam penelusuran tersebut.

Kendala tersebut karena pasien yang telah dinyatakan positif virus corona tak dapat mengingat dengan baik telah bertemu siapa saja selama dua pekan terakhir. “Ini yang menjadi tantangan kami,” kata Yurianto.

(Baca: Dinyatakan Negatif Corona, Pasien ke-6 dan ke-14 Bisa Pulang Hari ini)

Walau begitu, lanjut Yurianto, pemerintah tetap menelusuri orang-orang yang diduga kontak dekat dengan pasien positif Covid-19. Pemerintah pun terus memberi sedukasi kepada masyarakat agar merespons masalah wabah virus corona dengan hati-hati dan tak panik terhadap penyebaran visur tersebut.

Hingga saat ini pemerintah mencatat ada 27 orang yang terdeteksi positif Covid-19 di Indonesia. Dari 27 orang tersebut, satu orang pasien dengan nomor kasus 25 meninggal dunia.

Yurianto mengatakan pasien 25 yang merupakan warga negara asing (WNA) berusia 53 tahun tersebut meninggal dunia karena menderita beberapa penyakit penyerta. Penyakit tersebut telah diderita pasien 25 sebelum dirawat di rumah sakit. 

"Ada faktor penyakit mendahuluinya, di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid dan sakit paru-paru obstruksi menahun,” kata Yurianto.

Di sisi lain, dua pasien yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19, yakni pasien 6 dan 14. Keduanya pun telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing mulai hari ini, Rabu (11/3). 

Meski demikian, Yurianto meminta mereka untuk tetap mengisolasi diri di rumah selama 14 hari. Artinya, mereka harus tetap menggunakan masker, menghindari kontak dekat dengan orang lain, tidak menggunakan alat makan dan minum bersama, serta mengurangi aktivitas di luar rumah. 

"Meskipun sudah negatif, kami masih harapkan mereka berhati-hati," kata Yurianto.

(Baca: Cerita Orang Indonesia Jalani Isolasi saat Wabah Corona di Tiongkok )

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan