JK: Kurangnya Ketegasan Pemerintah Bisa Berbuah Masalah Besar Corona

Penulis: Dimas Jarot Bayu

Editor: Martha Ruth Thertina

19/4/2020, 14.13 WIB

JK menyoroti penanganan serius corona yang baru dimulai Maret, pembatasan sosial yang tampak belum efektif, hingga tak adanya larangan mudik.  

jusuf kalla, corona, virus corona, jk, pemerintah kurang tegas, jk kritik pemerintah
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai kurangnya ketegasan pemerintah dalam menangani virus corona bisa membuahkan persoalan besar. Kasus corona yang mencuat sejak Januari baru ditangani serius mulai Maret.

"Sebelumnya banyak pejabat atau pemerintah secara umum kurang serius, malah kadang-kadang menganggap enteng masalahnya," kata JK dalam acara peluncuran pusat informasi corona Kumparan, Minggu (19/4).

Menurut dia, kurangnya ketegasan pemerintah juga ditunjukkan dari belum efektifnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah. Aktivitas masyarakat masih terlihat normal meski tengah berlaku PSBB.

(Baca: Puncak Covid-19 Belum Terlewati, Tetap Lawan Virus Corona dari Rumah)

Selain itu, ia menyoroti tak adanya larangan mudik dari pemerintah. Yang ada hanya sebatas imbauan. "Isu tentang mudik masih simpang siur," kata JK yang juga Ketua Palang Merah Indonesia.

Ia berpendapat pemerintah harus lebih tegas dalam menangani corona. Meskipun, ketegasan tidak gampang sebab dihadapkan pada dua pilihan, yakni kesehatan dan ekonomi.

"Kalau risiko kesehatan tidak bisa diganti, kalau sosial ekonominya masih bisa diganti dengan cara bansos, BLT. Mungkin kita bisa cut biaya-biaya tidak perlu," ujarnya.

(Baca: Pemeriksaan Massal Terkendala Akurasi Rapid Test, PCR Dioptimalkan)

Ia memaparkan, jika pemerintah tegas, dampaknya kepada ekonomi akan cukup besar. Hanya saja, dampaknya kepada kesehatan masyarakat akan jauh berkurang.

Di sisi lain, jika pemerintah tak tegas, dampak terhadap ekonomi bisa lebih kecil. Namun, jumlah kasus positif corona di Indonesia bisa terus membesar. Ini seperti sudah terjadi di Amerika Serikat dan Italia. "Ini lebih kena jangka panjang," ucapnya.

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan