Gandeng Peneliti, Menristek Optimistis RI Bisa Hadapi Era 'New Normal'

Penulis: Rizky Alika

Editor: Agustiyanti

20/5/2020, 15.45 WIB

Pemerintah telah menyiapkan skema bagi daerah untuk dapat memulai normal baru atau new normal pandemi corona.

new normal, pandemi corona, menristek, normal baru
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro optimistis Indonesia bisa menghadapi era normal baru melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, peneliti, perekayasa, inovator, hingga industri.

Pemerintah telah menyiapkan skema bagi daerah untuk dapat memulai normal baru atau new normal pandemi corona. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro optimistis Indonesia bisa menghadapi era normal baru melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, peneliti, perekayasa, inovator, hingga industri.

"Saya optmistis kita bisa melewati pandemi dan menyongsong era new normal di mana ada optimalisasi digital," kata Bambang dalam Peresmian Peluncuran Produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Covid-19 secara virtual bersama dengan Presiden Joko Widodo, Rabu (20/5).

Pada era normal baru, lanjut dia, aktivitas ekonomi akan berlangsung dengan pertemuan fisik secara minimal serta diikuti dengan penerapan protokol covid-19. Oleh karena itu, perlu dukungan dari berbagai pihak terhadap inovasi produk Indonesia.

(Baca: Menristek: Corona Punya Daya Tular 20 Kali Lebih Kuat Dibanding SARS)

Menurutnya, inovasi dilakukan dengan mengembangkan suatu produk dan memberikan nilai tambah pada produk tersebut sehingga memberikan manfaat secara ekonomi dan sosial. Pihaknya pun akan mendorong inovasi tersebut agar menjadi bagian dari solusi pandemi covid-19.

"Riset dan inovasi berperan penting dalam pandemi," ujar dia.

Bambang juga menjelaskan, covid-19 memiliki daya tular yang lebih kuat 20 kali dari SARS. Untuk menangani covid-19 tersebut, pihaknya telah membuat konsorsium penanganan covid-19 yang beranggotakan pemerintah, lembaga pemerintah non kementerian, perguruan tinggi, hingga industri.

(Baca: Jokowi Luncurkan 55 Teknologi Buatan RI untuk Tangani Virus Corona )

Konsorsium bertugas untuk melakukaan penelitian, pencegahan, screening dan diagnosis, serta pengembangan obat terapi terkait covid-19. Beberapa produk unggulan yang telah dihasilkan seperti PCR Test Kit, Rapid Diagnostic Test Kit, ventilator, Imunomodulator, Plasma Convalescence, hingga Mobile Lab Bio Safety Lab-2.

Kemudian ada pula Sistem Artificial Intelligence untuk Deteksi Covid-19, Autonomous UVC mobile robot dan Medical Asisstant Robot Raisa, serta Purifying Respirator.

Produk riset dan inovasi tersebut diluncurkan pada hari ini (20/5), bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Oleh karena itu, Bambang menilai hal ini sebagai kebangkitan riset dan inovasi Indonesia.

"Ke depan saya harap inovasi dan riset dapat menajwab kebutuhan masyarakat Indonesia. Tidak hanya saat pandemi tapi jangka panjang," katanya.

Reporter: Rizky Alika

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan