Antisipasi Mudik Lokal, Kemenhub Perketat Penjagaan di Jabodetabek

Penulis: Fahmi Ahmad Burhan

Editor: Muhammad Ahsan Ridhoi

23/5/2020, 15.06 WIB

Pengetatan dan pengawasan dilakukan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan perketat pengawasan arus transportasi di Jabodetabek guna mengantisipasi membludaknya mudik lokal pada lebaran 2020.
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp.
Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan perketat pengawasan arus transportasi di Jabodetabek guna mengantisipasi membludaknya mudik lokal pada lebaran 2020.

Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.

Kementerian Perhubungan melalui Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) melakukan perketat pengawasan arus transportasi di Jabodetabek guna mengantisipasi membludaknya mudik lokal pada lebaran 2020. Langkah ini diambil guna memangkas penyebaran virus corona.

Pengetatan dan pengawasan dilakukan bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. "Kami melakukan pengetatan, pengawasan, menambah cek point dan personil di lapangan," ujar Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati kepada Katadata.co.id, Sabtu (23/5).  

Adita mengatakan, sebenarnya dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020, di wilayah aglomerasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pergerakan transportasi masih diijinkan. Hanya, saat Idul Fitri aktivitas berkumpul dengan keluarga di wilayah aglomerasi itu dikhawatirkan akan membludak. 

"Maka, untuk mudik lokal dalam Jabodetabek kami mengimbau agar masyarakat tidak mudik lokal dulu," kata Adita. 

(Baca: Ketupat Lebaran, Pasar, dan Bahaya Penyebaran Virus Corona)

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi melarang masyarakatnya untuk mengadakan mudik lokal di kawasan Jakarta dan sekitarnya saat perayaan Idul Fitri. Anies mengharapkan warga Jakarta tetap di rumah saat perayaan Idul Fitri agar penyebaran Covid-19 tak semakin meluas. 

"Lebaran atau tidak, sama saja. Virus tidak kenal nama hari. Tidak ada hari besar atau hari biasa. Tidak kenal lebaran atau tidak," kata Anies dikutip dari situs berita Pemprov Jakarta, beberapa waktu lalu (18/5).   

Meski begitu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pelarangan mudik lokal sulit diterapkan. "Akan sulit melarang mereka yang mudik lokal. Kami tidak mungkin juga melakuan penyortiran," kata dia. 

Ia mencontohkan, warga berpergian di Idul Fitri pada 24 atau 25 Mei dari seperti Jakarta Timur ke Bekasi tidak bisa dicegah. "Mau seperti apa mencegahnya? Di mana pencegahan itu dilaksanakan?" kata Sambodo.

Menurut Sambodo, yang saat ini pihaknya upayakan hanya penegakan aturan PSBB. Apabila di jalan masih tetap ada warga yang melanggar aturan PSBB akan diberikan tindakan.

(Baca: Anies Larang Mudik Lokal Saat Lebaran, Minta Warga Jakarta di Rumah)

 

Reporter: Fahmi Ahmad Burhan

Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan