BP Batam Dorong 23 Pemilik Lahan Investasi Rp 5,2 Triliun di 2019

Ameidyo Daud Nasution
5 Desember 2018, 09:29
Batam
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Pulau Batam

Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (BP) Batam mendorong 23 pemilik 1.300 hektare lahan tidur merealisasikan investasinya pada tahun depan. Hal ini dilakukan untuk sebagai salah satu cara untuk mendorong  pertumbuhan perekonomian Batam menjadi 7% pada 2019 atau lebih tinggi dari target tahun ini sebesar 4,4%.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan aktivitas investasi di Batam saat ini cukup menggeliat. Pihaknya menyebut saat ini sudah ada komitmen investasi sebesar Rp 5,2 triliun yang akan direalisasikan untuk sejumlah proyek mulai dari pariwisata, petrokimia, pendukung kilang minyak, hingga logistik. 

Meski demikian untuk  merealisasikan investasi tersebut menurutnya tidak mudah. Menurutnya, BP Batam bahkan sempat mengancam untuk mengambil lagi lahan yang dikuasai 23 investor.

(Baca: Kawasan Ekonomi Khusus Batam Terbentuk Paling Cepat 2020)

Selama ini realisasi investasi tidak berjalan lancar lantaran berbagai alasan. Dia menyebut salah satunya adalah lantaran permintaan pasar belum baik. Namun BP Batam telah meminta realisasi dilakukan bertahap.

"Kami dorong 23 pemilik merencanakan bisnisnya dan menandatangani perjanjian baru. Denganbegitu, kami berharap tahun depan mereka bisa segera bangun," kata Lukita di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (4/12). 

Sementara itu di sektor pariwisata, BP Batam mulai mempertimbangkan langkah untuk terus memacu jumlah wisatawan mancanegara bertandang sejalan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang terus meningkat, misalnya dengan menggelar konser musik untuk menggaet pengunjung Singapura maupun  lokal.

"Tahun lalu 1,5 juta turis (asing) yang datang, tahun ini 1,8 juta. Sedangkan tahun depan kami target 2,2 juta hingga 2,3 juta orang," kata dia.

 (Baca: Kembangkan 7 Infrastruktur di Batam, Pemerintah Butuh Rp 93 Triliun)

Di luar itu, isu mengenai penetapan Batam sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga tetap menjadi fokusnya. Dalam pertemuan BP Batam dengan Menko Darmin Nasution kemarin, salah satu agenda yang di bahas yakni soal persiapan beberapa wilayah di pulau tersebut menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Namun, mengenai hasilnya mengaku masih akan melihat aspirasi pengusaha dalam menentukan wilayah KEK.

"Arahan pak Menko kami siapkan mana yang memang cocok dikembangkan," kata Lukita.

Sekertaris Kemenko Perekonomian Susiwijono mengatakan rapat pembahasan KEK membahas perkembangan dua kawasan yang akan masuk yakni KEK Batam dan KEK Hang Nadim. Namun hal tersebut perlu dibahas lebih lanjut lagi.

"Kan ada pengajuan di Dewan Nasional KEK," kata dia.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Ekarina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...