Dinkes Kalsel Dirikan Rumah Oksigen Bantu Warga Terdampak Asap Karhutla
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan (Dinkes Kalsel) mendirikan rumah oksigen untuk memberikan layanan pendukung bagi warga terdampak kabut asap. Fasilitas ini beroperasi di kawasan Simpang Bundaran Bandara Lama, Banjarbaru.
Kepala Dinkes Kalsel Diauddin mengatakan rumah oksigen tersebut berupa posko yang menyediakan oksigen konsentrat untuk dimanfaatkan masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen saat darurat ketika melintas di kawasan tersebut.
“Kawasan itu satu jalur dan cukup banyak dilalui masyarakat, kondisi kabut asap pada pagi hari kerap terasa lebih pekat. Jadi ada posko yang menyiapkan oksigen konsentrat di sana. Kalau ada yang mau pakai oksigen di sana dipersilakan,” katanya dikutip dari Antara, Kamis (28/8).
Dia mengatakan rumah oksigen tersebut dalam tahap pemantauan untuk mengetahui tingkat kebutuhan masyarakat terhadap layanan oksigen sekaligus melihat pemanfaatan fasilitas tersebut selama kondisi kabut asap berlangsung di wilayah Kalimantan Selatan.
“Jika manfaat rumah oksigen dirasakan masyarakat dan kebutuhan terhadap layanan meningkat, Dinkes Kalsel akan mempertimbangkan penambahan lokasi dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta kemampuan tenaga kesehatan yang tersedia untuk mendukung pengoperasian fasilitas tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan keterbatasan personel menjadi salah satu pertimbangan dalam membuka fasilitas tambahan karena pengoperasian rumah oksigen membutuhkan dukungan tenaga kesehatan agar masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh layanan secara memadai.
“Kalau nanti kita kewalahan, kita akan minta bantuan kabupaten dan kota untuk menambah personel tenaga kesehatan,” kata Diauddin.
Dinkes Kalsel menegaskan rumah oksigen menjadi layanan pendukung bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen di tengah kondisi kabut asap, khususnya warga yang melintas di kawasan Simpang Bundaran Bandara Lama Banjarbaru.
