Dikepung Karhutla, 6 Orangutan Berhasil Diselamatkan di Kalbar

Muhammad Almer Sidqi
10 September 2026, 16:55
Evakuasi orang utan terdampak asap karhutla
ANTARA FOTO/HO/YIARI/Muffidz Ma
Anggota tim medis dari Yayasan IAR Indonesia (YIARI) dan BKSDA Kalimantan Barat mengevakuasi orang utan jantan bernama Sampurna yang ditemukan dalam kondisi lemas di perkebunan sawit di Desa Laman Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Tim gabungan mengevakuasi orang utan ini untuk mendapatkan penanganan medis setelah diduga mengalami gangguan pernapasan karena paparan asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di wilayah tersebut.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan enam orangutan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Keenamnya, yang terdiri atas dua induk dan anak serta dua orangutan remaja, dievakuasi dari kawasan perkebunan warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, pada 4 dan 8 September 2026. Lokasi penyelamatan berada sekitar 200 meter dari titik kebakaran yang cukup besar. Kondisi tersebut memutus akses satwa menuju kawasan hutan sehingga mereka terjebak di area perkebunan.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya ketika api mendekati orangutan, tetapi juga ketika kebakaran memutus akses mereka menuju hutan,” kata Argitoe Ranting, Direktur Operasional Program YIARI, dikutip dari Antara, Kamis (10/9).

Menurut Argitoe, karhutla memaksa satwa liar, termasuk orangutan, berpindah dari satu perkebunan ke perkebunan lainnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung. Ini sekaligus meningkatkan risiko konflik antara satwa dan manusia.

Keenam orangutan kini menjalani pemantauan kesehatan di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI. Tim medis YIARI mencatat keenamnya kini berada dalam kondisi normal. Sebelumnya, beberapa di antara orangutan itu sempat mengalami demam tinggi dan masalah pernapasan. Pelepasliaran akan dipertimbangkan setelah kondisi lingkungan dinyatakan aman dan tersedia habitat yang sesuai.

Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan kebakaran mengganggu akses satwa terhadap sumber pakan dan ruang jelajah. Karena itu, pencegahan karhutla dinilai menjadi langkah penting untuk melindungi satwa liar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan keberadaan satwa yang terdampak kebakaran agar dapat ditangani.

Dengan tambahan enam orangutan tersebut, jumlah orangutan yang telah diselamatkan BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI dalam sebulan terakhir mencapai 15 ekor. “Upaya penyelamatan satwa terdampak kebakaran hutan berpacu dengan waktu,” ujar Murlan.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...