Banyak Ladang Tua, Target Lifting Tak Tercapai

Image title
Oleh
21 Mei 2014, 13:29
skk migas
KATADATA
KATADATA | Agung Samosir

KATADATA ? Banyaknya ladang minyak dan gas (migas) Indonesia yang sudah tua membuat target pengangkatan (lifting) minyak tahun ini tidak dapat direalisasikan. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) target lifting minyak direvisi menjadi sebesar 818 ribu barel per hari (bph) dari sebelumnya 870 bph.  

Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengatakan turunnya target lifting tersebut disebabkan banyaknya ladang produksi minyak dan gas (migas) Indonesia yang sudah tua. Alhasil jumlah produksinya terus mengalami penurunan.  

?Awalnya pemerintah ditarget 1,5 juta bph pada 2014. Namun karena masalah mendasar, (produksinya) hanya sekitar 804 ribu bph,? kata dia saat memberikan sambutan pembukaan Indonesia Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Centre, Rabu (21/5).  

Menurut dia, investasi di sektor migas memerlukan biaya yang tidak murah, karena mengandalkan teknologi tinggi. Dia berharap, pada lima bulan masa sisa pemerintahan iklim investasi di sektor migas ini bisa terjaga.  

?Supaya semua jajaran pusat dan daerah bisa meningkatkan koordinasi mengamankan wilayah migas yang sudah berjalan,? kata Wapres.  

Boediono juga meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satuan Kerja Khusus Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), serta kementerian lainnya dapat melakukan penyederhanaan perizinan investasi di sektor migas. ?Ini supaya bisa menjadi modal awal untuk pemerintahan mendatang,? kata dia.  

Plt. Kepala SKK Migas Johannes Widjonarko mengatakan, salah satu penyebab tidak tercapainya target lifting adalah tertundanya produksi Blok Cepu. Rencananya Blok Cepu akan beroperasi pada Agustus 2014, namun diundur menjadi November 2014.  

"Kan tadinya harapan kita kalau izin selesai cepat. Permasalahan dengan Pemda (Pemerintah Daerah) selesai. Tapi kan telat empat bulan. Kalau cepat itu Agustus bisa produksi," tuturnya.  

Selain itu, target produksi Lapangan Bukit Tua, Blok Ketapang mengalami kemunduran. Ini lantaran ada kendala dalam proses persiapan produksi. Lantaran terdapat kendala berupa kondisi tanah yang labil. "Sedang evalusi kondisi lapangannya menjadi tertunda 2015," katanya.  

Johanes juga mengatakan target produksi lifting 118 ribu barel per hari kemungkinan akan bisa bertambah. Penambahan ini berasal dari sumur Luwis di Kalimantan Timur yang bisa produksi 8 ribu barel per hari. Dia memperkirakan Agustus sudah mulai produksi.  

Adapun produksi minyak di Blok Cepu diperkirakan sebesar 80 ribu bph pada November nanti. Jumlah itu akan naik hingga mencapai 160 ribu bph mulai tahun depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Rikawati
Editor: Arsip

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...