Pertamina Gaet Perusahaan Raksasa Cina Bangun Pabrik Panel Surya di Bekasi

Mela Syaharani
24 Juni 2025, 10:49
Pertamina NRE dan Longi
Pertamina
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) bekerja sama dengan LONGi Green Technology Co., Ltd., meluncurkan proyek strategis pembangunan fasilitas manufaktur panel Surya (Photovoltaic/PV) di Indonesia. 

Fasilitas ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 1,4 gigawatt (GW) per tahun, dan akan menggunakan teknologi terbaru dari LONGi, Hybrid Passivated Back Contact (HPBC) 2.0 tipe N yang dapat menghasilkan modul surya berdaya efisiensi tinggi. 

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan proyek strategis ini akan mendukung proses transisi energi di Indonesia, yang menargetkan bauran energi 34,3% hingga 2034.

Eniya berharap proyek ini dapat berjalan lancar sehingga dapat mendukung RUPTL dengan target tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW). “Dari target  tersebut, 61% atau 42,6 GW berasal dari pembangkit EBT,” kata Eniya dalam siaran pers, dikutip Selasa (24/6).

Pertamina NRE mengatakan proyek ini mendukung komitmen Pemerintah Indonesia terhadap pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan bertujuan untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat terhadap modul solar PV di dalam negeri dan kawasan Asia Tenggara.

Lokasi proyek solar pv ini berada di Deltamas, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merupakan wilayah strategis yang memudahkan distribusi dan rantai pasok dalam proses produksinya. Fasilitas ini nantinya diharapkan dapat menyerap tenaga lokal dan juga meningkatkan perekonomian nasional. 

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Kementerian Investasi/BKPM, Edy Junaedi, mengatakan proyek ini tidak hanya meningkatkan kapabilitas manufaktur Indonesia, tetapi juga dalam mengintegrasikan Indonesia ke dalam rantai pasok global dalam industri energi baru terbarukan.

“Hal ini akan memperkuat dan meningkatkan kolaborasi kedua negara dalam mempercepat transisi energi,” ujar Edy. 

Menurut data Kementerian Perindustrian, kemampuan produksi panel surya dalam negeri saat ini baru sebesar 1.6 GWp per tahun, sehingga dengan proyek ini akan meningkatkan kemampuan produksi nasional hingga 3 GWp. Peningkatan ini dapat mendukung penambahan PLTS sesuai target pemerintah sebesar 300-400 GWp di 2060.

Sementara itu, CEO Pertamina NRE, John Anis, menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan tonggak penting dalam transisi energi di Indonesia. 

“Dengan membangun kapasitas manufaktur lokal, kami ingin memperkuat rantai pasok solar PV dalam negeri, menurunkan biaya produksi, dan menciptakan lapangan kerja hijau yang berkeahlian tinggi,”  ucap John.

VP Longi Global, Dennis She, menyampaikan kerja sama ini merupakan peluang bagi Longi dalam mengembangkan bisnis dalam industri energi di Asia Tenggara.

“Dengan kerjasama ini kami harap bisa terus mendukung target transisi energi di Indonesia dengan saling berbagi pengetahuan dan teknologi dalam industri solar pv,” ujar Dennis

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, mengatakan langkah Pertamina NRE dalam mendorong pengembangan energi transisi merupakan upaya proaktif Pertamina dalam mendukung target swasembada energi dan net zero emission (NZE) Pemerintah. 

“Sejalan dengan program Pertamina sebagai pemimpin energi transisi, Pertamina berharap proyek pembangunan fasilitas manufaktur panel surya ini dapat memperkuat ekosistem energi transisi di Indonesia,” kata Fadjar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...