Pertamina Targetkan Kilang Balikpapan Mulai Beroperasi 17 November

Mela Syaharani
12 September 2025, 12:06
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tengah) menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja korporasi semester I 2025 serta
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/bar
Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri (tengah) menyampaikan paparan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/9/2025). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja korporasi semester I 2025 serta roadmap perencanaan jangka panjang Pertamina tahun 2025-2029.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina (Persero) menargetkan refinery development master plan (RDMP) atau proyek pengembangan Kilang Balikpapan bisa mulai beroperasi dua bulan mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (11/9).

“Target untuk penyelesaian RDMP Balikpapan kami usahakan akan mulai pada 10 November 2025,” kata Simon.

Proyek RDMP Balikpapan memiliki nilai investasi mencapai US$ 7,4 miliar. Nilai ini terdiri dari US$ 4,3 miliar berasal dari ekuitas, sedangkan US$ 3,1 miliar diperoleh melalui pinjaman yang didukung oleh Export Credit Agency (ECA).  

Dia menyampaikan seminggu setelahnya, kilang tersebut akan beroperasi. “Diharapkan pada 17 November 2025 sudah beroperasi dengan kapasitas yang minimal,” ujarnya.

Kilang RU V Balikpapan merupakan kilang pengolahan minyak terbesar kedua di Indonesia dengan kapasitas kilang 260 kilo barrel per day (KBPD) atau 25,2% dari total kapasitas kilang yang dimiliki Pertamina, luas area kilang 283.82 hektare dan jumlah pekerja 1.771 pekerja.  

Proyek RDMP Balikpapan akan mampu meningkatkan kapasitas kilang dari 260 KBPD menjadi 360 KBPD, meningkatkan kualitas produk dari EURO II menjadi EURO V, hingga meningkatkan produk BBM dari 197 KBPD menjadi 339 KBPD dan produk LPG dari 48 kilo tonnes per tahun (KTPA) menjadi 384 KTPA.

Ketika proyek pengembangan selesai dan mulai beroperasi, maka RDMP Balikpapan menjadi kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, Direktur Utama Kilang Pertamina Internasional (KPI), Taufik Aditiyawarman menyebut proyek ini ditargetkan rampung pada September 2025. 

PT KPI mengatakan progres pembangunan RDMP Balikpapan telah mencapai 92,42% per Februari 2025. Perusahaan melakukan upaya percepatan dengan melakukan pemantauan dan pengendalian terhadap progres kontraktor.

"Termasuk juga perencanaan penambahan sumber daya manusia serta pengadaan pelatihan dan spare parts oleh Pertamina,” kata Taufik dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Kamis (20/2).

Target operasi November ini, mundur lima bulan dari yang ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. Dia sebelumnya mendorong Pertamina untuk mempercepat penyelesaian proyek RDMP. 

"Dengan segala cara, selesai Juni atau Juli 2025 lebih baik. Saat selesai, kapasitas pengolahan kilang minyak Pertamina menjadi 360 ribu barel per hari," ujarnya usai meninjau proyek itu akhir pekan lalu, seperti dikutip dari Antara.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...