Pemerintah Berpotensi Perpanjang Relaksasi Ekspor Tembaga Amman Mineral

Mela Syaharani
24 Oktober 2025, 19:02
Kepulan asap keluar dari cerobong pabrik smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Dusun Otak Keris, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, NTB, Kamis (31/10/2024). Fasilitas smelter dan pemurnian logam mulia Amman berdiri di kawasan seluas 272 hektare de
ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/foc.
Kepulan asap keluar dari cerobong pabrik smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Dusun Otak Keris, Kecamatan Maluk, Sumbawa Barat, NTB, Kamis (31/10/2024). Fasilitas smelter dan pemurnian logam mulia Amman berdiri di kawasan seluas 272 hektare dengan kapasitas pengolahan mencapai 900 ribu ton per tahun yang memproses konsentrat tembaga dari tambang Batu Hijau dan tambang Elang serta fluks silika sebanyak 139 ton per tahun.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berpotensi memberi perpanjangan izin relaksasi ekspor konsentrat tembaga kepada Amman Mineral. Perusahaan tersebut sebelumnya telah menerima perpanjangan izin ekspor konsentrat yang berlaku hingga Desember 2024 dan sejak Januari 2025, Amman tidak lagi bisa mengekspor konsentrat tembaga mereka.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Tri Winarno menyebut Amman sebelumnya sudah mengajukan perpanjangan izin relaksasi kepada Kementerian ESDM, karena adanya kondisi kahar. “Ada potensi diberikan,” kata Tri saat ditemui usai Upacara HUT Pertambangan ke-80 di Monas, Jumat (24/10).

Tri menjelaskan situasi kahar yang dimaksud berupa insiden kebakaran yang terjadi di fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga milik Amman. Kondisi ini mirip dengan insiden yang terjadi pada smelter tembaga milik PT Freeport Indonesia saat Oktober 2024. Akibat kebakaran smelter Freeport ini, pemerintah akhirnya memberikan perpanjangan atau relaksasi izin ekspor konsentrat.

Tri tidak menjelaskan kapan peristiwa kebakaran di smelter Amman berlangsung, termasuk dia tidak merinci kapan waktu kejadian, dan bagian apa yang mengalami kerusakan. Dia juga tidak menyebut volume ekspor yang akan diberikan pemerintah untuk Amman.

“Tidak banyak (volume yang diberikan), tapi saya lupa angkanya. Sesuai dengan keadaan kahar mereka, berapa volume produksi hariannya” ujarnya.

Dia menyebut pemerintah akan memberi izin relaksasi jika kondisi kahar itu bisa dibuktikan oleh kepolisian dan klaim yang diberikan oleh asuransi kepada perusahaan. Namun dua hal tersebut sudah dilampirkan Amman kepada pemerintah.

“Sekarang tinggal evaluasi lalu persetujuan (izin ekspor),” ucapnya.

Dia mengungkapkan ada potensi izin ini diberikan dalam waktu dekat atau bulan depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...