Pertamina Janji Stok BBM Idulfitri Aman Meski Dua Kapal Tertahan di Selat Hormuz

Kamila Meilina
3 Maret 2026, 22:03
selat hormuz, bbm, pertamina
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Suasana pengisian BBM di SPBU Pertamina 31.40101 di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/4/2022).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

PT Pertamina memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri tetap aman meski dua kapal perusahaan milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tertahan di kawasan Selat Hormuz.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan dua kapal yang masih berada di Selat Hormuz saat ini masih dipantau dan dipastikan dalam kondisi aman. Sementara dua kapal lainnya berada di luar wilayah tersebut.

“Kami terus memantau dan memastikan keselamatan awak kapal serta aset yang berada di sana,” ujar Baron dalam konferensi pers di kantornya, di Jakarta Selatan, Selasa (3/3). 

Sekitar 19% kargo minyak mentah Pertamina berasal dari kawasan Timur Tengah. Meski demikian, perusahaan telah menyiapkan berbagai skema untuk menjaga pasokan energi nasional.

“Saat ini kami melaksanakan distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun darurat,” katanya.

Baron mengatakan, stok BBM Pertamina untuk kebutuhan Ramadaan dan Idul Fitri telah disiapkan sebelum situasi ini terjadi. Masyarakat diminta tetap tenang dan menggunakan energi secara bijak.

Terkait kemungkinan pengalihan impor, Baron mengatakan, berbagai strategi sedang diproses.  Pertamina disebutnya masih terus memonitor perkembangan situasi di tengah lonjakan harga minyak dunia. 

“Untuk tarif BBM ke depan masih kami proses dengan melihat perkembangan lebih lanjut,” kata Baron.

Upaya Diplomasi

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Indonesia sedang mengupayakan jalan diplomasi untuk membebaskan kapal Pertamina dari Selat Hormuz. 

“Kami sedang dalam upaya diplomasi agar bisa mengeluarkan kapal tersebut,” kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (3/3).

Saat ini terdapat empat kapal Pertamina yang berada di kawasan Timur Tengah. Berikut daftarnya: 

  • Kapal Gamsunoro yang sedang proses loading di Khor al Zubair - Irak, 
  • Kapal Pertamina Pride yang telah selesai melakukan proses loading dan sekarang sedang berlabuh di Ras Tanura - Arab Saudi,  
  • Kapal PIS Rinjani yang saat ini sedang berlabuh di Khor Fakkan - UAE, 
  • Kapal PIS Paragon yang sedang discharge berada di Oman.

Terdapat dua kapal yang masih berada di dalam area teluk yakni Pertamina Pride dengan Ship Management dari NYK, dan kapal Gamsunoro yang saat ini dikelola oleh Synergy Ship Management. Keduanya juga terus dipantau real time untuk memastikan kondisi keamanan.

Jika pada akhirnya kapal-kapal tersebut tidak bisa keluar dari kawasan tersebut, maka pemerintah sudah mendapatkan sumber lain sebagai pengganti pasokan komoditas yang diangkut dari Timur Tengah.

“Jadi saya pikir ini sebuah masalah tapi bukan sesuatu yang sangat penting,” ujarnya.

Apa itu Selat Hormuz
Apa itu Selat Hormuz (X)

Sebelumnya, empat armada milik PT PIS terpantau berada di Timur Tengah. Di sekitar kawasan tersebut tengah terjadi konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan perusahaan berkoordinasi dengan pihak pengelola kapal (Ship Management) serta otoritas maritim setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. 

PIS juga terus menjalin komunikasi intensif dan mematuhi himbauan dan arahan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri, KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina, Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...