Pemerintah Mulai Konversi PLTD ke PLTS, Targetkan Bisa Kurangi Impor BBM
Pemerintah mulai mengimplementasikan penggantian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga listrik (PLTS). Langkah ini dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PLN.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) dan mendorong efisiensi energi di tengah tingginya harga minyak dunia karena Perang Iran.
“Dari kampus-kampus juga sudah masuk. Tahap awalnya adalah mengganti PLTD yang biayanya mahal dengan PLTS. Itu sudah tahap implementasi,” kata Brian di Istana Merdeka Jakarta pada Senin (6/4).
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memerintahkan Kemendiktisaintek untuk melakukan kajian percepatan elektrifikasi di sejumlah sektor strategis. Kajian akan meliputi kendaraan bermotor hingga kompor rumah tangga.
Proyek percepatan elektifikasi ini mencakup konversi motor BBM ke kendaraan listrik, penggantian PLTD menjadi PLTS, serta penggunaan kompor listrik di rumah tangga. Fokus elektrifikasi diarahkan pada tiga sektor utama.
Pertama, pengembangan kendaraan listrik, khususnya sepeda motor dan kendaraan berkapasitas mesin kecil yang dinilai memiliki potensi besar dalam menekan konsumsi BBM impor.
Kedua, percepatan penggantian pembangkit listrik berbasis diesel dengan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS. Ketiga, perluasan penggunaan kompor listrik sebagai alternatif pengganti LPG di sektor rumah tangga.
Kajian ini melibatkan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta. Pemerintah menargetkan hasil kajian tersebut dapat diselesaikan dalam waktu singkat dan mulai direkomendasikan kepada kementerian teknis paling lambat April.
Brian mengatakan, fokus tahap awal saat ini masih pada implementasi pembangkit PLTS. Sedangkan konversi motor listrik dan kompor listrik sejauh ini masih dalam tahap uji coba dan kajian lebih lanjut.
“Kompor listrik akan kami uji coba, sementara kendaraan bermotor masih dikaji bagaimana proses konversi yang paling efektif,” ujarnya.
Pemerintah masih menghitung proyeksi penghematan dari program elektrifikasi ini. Brian mengatakan, konversi PLTD ke PLTS diperkirakan dapat menghasilkan penghematan sekitar Rp 25 triliun dari sisi konsumsi solar.
Angka tersebut belum termasuk tambahan efisiensi yang berpotensi diperoleh dari konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke motor listrik serta peralihan penggunaan kompor LPG ke kompor listrik.
