PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) memperkuat cengkraman bisnis hijau energi terbarukan dengan menambah tiga proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Batam dan Bintan.
PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) melakukan akuisisi besar 99,9% saham PLTS di Batam dan Bintan, menambah kapasitas energi terbarukan sebesar 21,3 MWp untuk ekspansi bisnis.
Pemerintah memulai rangkaian 14 proyek PLTS berkapasitas 5,3 GWp dengan investasi Rp 135 triliun. Proyek ini ditargetkan menghemat APBN hingga Rp 4,6 triliun per tahun.
Target 100 GW PLTS per desa menghadapi tantangan lahan, menuntut perbaikan Kebijakan Energi dalam RUEN agar tidak mengabaikan keragaman sosial dan ekologi.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pemerintah akan segera melakukan proses tender untuk proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW).
Pemerintah targetkan pembangunan PLTS 100 GW untuk memperkuat ketahanan energi, percepat transisi energi bersih, dan dorong industri hijau baru di Indonesia.
PLTS akan dikembangkan pada delapan fasilitas Lautan Luas di Jabodetabek dan Jawa Timur, termasuk kantor pusat, dengan target pasokan 1,7 juta kilowatt-hour listrik bersih setiap tahun.
China mendukung dan mendorong perusahaan-perusahaannya untuk bekerja sama mewujudkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW di Indonesia.
Pendiri sekaligus Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai tantangan utama rencana pembangunan proyek 100 GW PLTS di Indonesia terletak pada realisasi proyek.