Indonesia menargetkan pembangunan PLTS T100 GW dalam dua tahun di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. Target ini berarti percepatan hingga 100 kali lipat dari laju pembangunan tenaga surya sebelumnya
Kementerian ESDM memprioritaskan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T).
Pemerintah mempercepat program elektrifikasi kendaraan bermotor serta konversi pembangkit listrik tenaga diesel menjadi pembangkit listrik rendah emisi guna menekan potensi dampak krisis global.
Semula, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW. Namun terkini, pemerintah membidik 13 GW dulu di wilayah yang sudah memiliki infrastruktur distribusi listrik.
Investasi ini akan mendukung pengembangan proyek PLTS sebesar 262 MWp yang terintegrasi dengan BESS (Battery Energy Storage System) 80 megawatt-hour (MWh) di Sulawesi Tengah.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka permohonan pembangunan dan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS Atap sebesar 485 megawatt (MW) pada Januari 2026.
PT Pertamina (Persero) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di posko pengungsian Aceh Tamiang untuk memastikan pasokan energi andal bagi penanganan bencana dan kebutuhan pengungsi.