Cerita Warga Bogor dan Depok Hadapi Pemadaman Listrik Bergilir

Kamila Meilina
19 Juni 2026, 17:47
Bogor, Depok, pemadaman listrik bergilir
ANTARA FOTO/Ampelsa/tom.
Ilustrasi pemadaman listrik bergilir
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Bogor dan Depok dalam beberapa hari terakhir tidak hanya membuat rumah gelap. Bagi sebagian warga, listrik padam berarti pekerjaan tertunda, aktivitas rumah tangga terganggu, hingga harus mencari tempat lain agar tetap bisa menjalankan rutinitas.

Yelinda (27), seorang Social Media Officer yang tinggal di kawasan Tanah Sareal, Bogor, menyebut pemadaman listrik membuat aktivitas kerjanya yang bergantung pada internet dan perangkat elektronik terganggu.

Pada Jumat (19/6), listrik di rumahnya padam sejak pukul 08.30 WIB dan belum menyala hingga sore hari. Sebagai pekerja yang menjalankan sistem work from home (WFH), Yelinda harus mencari alternatif tempat bekerja agar pekerjaannya tetap berjalan.

“Kalau listrik padam aku jadi harus cari tempat buat kerja, biasanya ke kafe. Masalahnya enggak semua kafe di Bogor buka dari pagi, padahal kadang sudah harus mulai kerja lebih awal atau ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan,” ujar Yelinda kepada Katadata.co.id, Jumat (19/6).

Tidak hanya pekerjaannya, kondisi di rumah juga ikut berubah. Aktivitas keluarga yang bergantung pada listrik, seperti memasak dan mencuci, ikut terganggu.

“Bukan cuma urusan kerjaan aku yang terdampak, tapi rutinitas di rumah juga ikut berantakan karena harus menyesuaikan dengan kondisi listrik yang padam,” kata Yelinda.

Ia menyebut pemadaman tersebut bukan kejadian pertama. Sebelumnya, rumahnya juga mengalami listrik padam selama sekitar enam jam, mulai pukul 15.44 hingga sekitar pukul 21.30 WIB.

Namun, kedua pemadaman itu sama-sama tidak disertai pemberitahuan sebelumnya. “Itu yang sangat disayangkan,” ujarnya.

Warga Gelisah Tak Ada Kepastian 

Karlina (25), pekerja swasta di bidang perhotelan yang tinggal di Sukahati, Cibinong, menjadi salah satu warga yang merasakan dampak pemadaman listrik bergilir. Pada Kamis (18/6), listrik di rumahnya padam hingga empat jam lamanya. 

“Ada pemadaman mulai pukul 09.00 pagi hingga siang,” ujar Karlina kepada Katadata.co.id, Jumat (19/6).

Sebagai seorang pekerja di bidang perhotelan, Karlina mendapatkan jadwal kerja sore hari sehingga ketika pemadaman listrik terjadi di pagi hari, ia masih berada di rumah. Hingga pukul 12 siang, ia masih tak melihat hilal listrik akan kembali menyala. 

Resah tak ada kepastian, Karlina akhirnya harus berpindah sementara ke rumah temannya yang berada di kecamatan berbeda dan tidak terdampak pemadaman. Saat itu pukul 13.00 siang, sementara ia sudah harus berangkat pukul 14.00. 

Ia pergi untuk mengisi daya telepon, mandi, hingga bersiap sebelum bekerja. “Ke sana untuk charge hp, numpang mandi dan catokan segala macam. Aku kerja di bidang perhotelan, jadi memang perlu styling rambut sebelum kerja. (Pemadaman listrik) ini sangat merepotkan,” katanya.

Informasi pemadaman listrik baru didapatkannya melalui grup warga terkait adanya pemberitahuan pemadaman di area tinggalnya, di area Sukahati hingga Sentul, Kabupaten Bogor. Pemadaman dijadwalkan mulai pukul 09.00 hingga pukul 14.00 WIB. 

“Yang disayangkan, pemberitahuan itu malah kita dapat setelah listrik mati, bukan sebelum mati. Padahal kalau sebelumnya ada pemberitahuan, kita bisa prepare,” kata Karlina. Menurutnya, informasi lebih awal penting agar warga bisa menyesuaikan aktivitas, terutama bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus sebelum bekerja.

Pemadaman bergilir ini disebutnya sudah terjadi selama sekitar satu minggu di wilayah Cibinong. Namun, menurutnya, warga hanya mengandalkan informasi dari sesama warga karena belum mendapatkan pemberitahuan resmi secara konsisten.

“Ada yang mati dua jam, tiga jam, bahkan sampai empat jam seperti rumahku. Jadi kita cuma menebak-nebak siapa berikutnya yang mati listrik dan berapa lama,” ujarnya

Wawancara Kerja Terhenti di Tengah Jalan

Bagi Caesi (23), yang tinggal di kawasan Kemiri Muka, Margonda, Depok, pemadaman listrik bahkan terjadi saat momen penting dalam pencarian kerja pada Rabu (17/6).

Lulusan baru alias fresh graduate itu tengah mempersiapkan wawancara kerja yang dijadwalkan pukul 13.00 WIB. Ketika listrik di rumahnya padam sejak sekitar pukul 09.30 WIB, ia memutuskan berpindah ke rumah kerabat di kawasan Kukusan, Depok agar tetap bisa mengikuti proses wawancara.

Namun, masalah kembali terjadi ketika wawancara berlangsung. “Pas HR-nya (human resources, red) sedang menjelaskan soal perusahaan, tiba-tiba mati lampu juga. Jadi kayak gantian,” ujar dia kepada Katadata.co.id, Jumat (19/6). 

Beruntung, proses wawancara tetap bisa dilanjutkan melalui sambungan telepon. Namun, ia menyesalkan momen itu terjadi di saat-saat kesibukan tengah berlangsung. 

Menurutnya, pemadaman tanpa informasi yang jelas membuat warga sulit melakukan persiapan. “Mitigasi itu perlu. Kalau memang ada pemberitahuan, harus benar-benar tersebar, jangan cuma beberapa pihak yang menerima,” katanya.

Ia berharap informasi pemadaman dapat disampaikan lebih awal dan mencantumkan waktu yang lebih detail agar warga dapat menyesuaikan aktivitas.

Gangguan Dua Pembangkit Listrik Picu Pemadaman Bergilir di Jawa

PT PLN (Persero) menyebut pemadaman listrik bergilir terjadi karena dua pembangkit listrik besar di sistem Jawa mengalami gangguan dan tidak dapat beroperasi sementara. Kondisi ini menurunkan kapasitas pasokan listrik di wilayah tersebut.

PLN memastikan sistem kelistrikan Jawa masih terkendali, namun melakukan manajemen beban untuk menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik serta keandalan sistem.

“Hal ini dilakukan karena kendala teknis operasional pada pembangkit serta adanya dua unit pembangkit besar yang tidak beroperasi sementara,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto, Jumat (19/6).

PLN menyatakan gangguan bersifat sementara dan akan menghentikan manajemen beban secara bertahap setelah kondisi pasokan membaik.



add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Kamila Meilina

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...