Bahlil Resmikan Mini LNG Plant di Jatim, Kapasitas 55.300 Ton per Tahun

Mela Syaharani
26 Juni 2026, 12:38
Bahlil, Mini LNG Plant, Jawa Timur
Dok. Kementerian ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant milik PT Sumber Aneka Gas di Jawa Timur.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur. Mini LNG Plant ini menghasilkan multi-produk energi berupa LNG, CNG, LPG, kondensat, hingga CO2 liquid. 

Kapasitas produksi maksimal dari mini LNG plant ini setara dengan LNG sebesar 55.300 ton per tahun dengan kapasitas tangki sebanyak 1.600. Adapun kapasitas produksi untuk jenis lainnya seperti LPG 9.800 ton per tahun, gas kondensat 19.600 barrel per tahun, dan CO2 (liquid) 21.000 ton per tahun. 

Kementerian ESDM menyebut Mini LNG Plant ini akan mendorong pemanfaatan gas bumi demi memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasiona, di tengah kondisi geopolitik yang tidak menentu. Suplai gas fasilitas ini berasal dari Lapangan Sumber PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java hingga 2035 sebesar 15 MMSCFD per hari. 

Produksi Mini LNG PLant akan Diserap Sektor Industri

Seluruh komoditas dari Mini LNG plant ini akan diserap sektor industri, retail, dan pembangkit listrik di Jawa, Bali, hingga Sulawesi. Output produksi dan infrastruktur penyimpanan dirancang untuk mendukung rantai pasok LNG berbasis transportasi darat. 

“Nah, ini sangat membantu industri dalam rangka memberikan kepastian terhadap bahan baku. Sekarang kita di Jawa Timur masih oke, harganya masih oke," kata Bahlil dalam siaran pers, Jumat (26/6).

Ia menyinggung harga gas industri di Jawa Barat, Banten, Bekasi, dan Jakarta yang sempat naik karena produksi gas turun. "Terpaksa kita pakai LNG, sehingga harganya memang agak naik. Ini yang kita harus cari jalan tengah untuk mendorong ke sana,” kata Bahlil.

Bahlil meminta kepada pemasok gas, yakni PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java, agar mendukung keberlanjutan proyek ini hingga kontrak selesai di tahun 2035 mendatang. 

“Tolong di-support, ya. Jangan sampai kalian dua tahun terus macet-macet kan, tidak boleh. Orang sudah investasi besar ini, jadi support terus, pegang itu kontrak, jangan diubah-ubah kontraknya supaya mereka ada kepastian dalam melakukan investasi dalam ke depan,” ujar Bahlil. 

Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik, memperkuat keandalan pasokan energi bagi sektor industri dan pembangkitan, mengurangi penggunaan bahan bakar yang lebih mahal dan beremisi lebih tinggi, serta meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

“Saya melihat ini adalah sebuah karya nyata dari sebuah perusahaan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita. Apalagi ini menghasilkan LNG, LPG, kondensat, dan CNG. Nah, ini adalah merupakan bentuk daripada bauran energi dalam mengurangi impor LPG kita,” ucapnya.

add katadata as preferred source
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...