Usai Resmikan B50, Prabowo Instruksikan Pengembangan Biodiesel B60
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para menteri untuk melanjutkan pengembangan biodiesel ke tahap B60 setelah resmi meluncurkan program mandatori Biodiesel 50% (B50) di Rest Area Km 57 Cikampek, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7). Ia meminta riset dan inovasi digencarkan menuju implementasi B60 sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian energi nasional.
“Teruskan jangan berhenti di B50, kalau bisa B60,” kata Prabowo saat memberikan sambutan peluncuran B50 di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7).
Menteri Pertahanan 2019-2024 itu meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina untuk mempercepat kajian dan persiapan menuju B60. Dalam kesempatan itu, Prabowo bahkan menanyakan target waktu implementasi B60 sebagai bentuk dorongan agar pengembangan biodiesel terus berlanjut.
“Bulan apa B60?” tanya Prabowo kepada pejabat dan pemangku kepentingan yang hadir saat itu.
Prabowo menilai momen peluncuran B50 sebagai tonggak penting menuju kemandirian energi nasional. Ia juga menyebut Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50.
“Indonesia resmi menjadi negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekadar pencapaian teknologi, ini adalah bukti bahwa Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk kepentingan rakyatnya sendiri,” kata Prabowo, sebagaimana disiarkan oleh kanal Youtube Sekretariat Presiden.
Dorong Percepatan Mandatori Biodiesel hingga B100
Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah telah mendorong percepatan penggunaan biodiesel sejak sebelum dirinya dilantik sebagai presiden. Setelah menjabat, ia melanjutkan upaya tersebut dengan meminta jajarannya meningkatkan bauran biodiesel dari B40 hingga menargetkan B100.
“Tapi menteri-menteri meyakinkan saya. Pak, dengan B50 saja kita sudah tidak impor solar lagi dari luar negeri. Jadi, ini adalah suatu prestasi bangsa yang luar biasa,” ujarnya.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan implementasi B50 bisa menghemat devisa negara hingga Rp 170 triliun.
“Pada B40, penghematan devisa Rp 133 triliun, dengan implementasi B50 ternyata (penghematan bisa) Rp 170 triliun,” kata Bahlil, pada kesempatan tersebut.
Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif yang diproduksi dari minyak nabati maupun hewani dan dapat digunakan sebagai pengganti sebagian solar pada mesin diesel. Mulai Juli 2026, Indonesia resmi menerapkan B50 setelah sebelumnya menjalankan program B40.
