Bahlil Sebut Prabowo Segera Groundbreaking Proyek PLTS 100 GW

Muhamad Fajar Riyandanu
28 Juli 2026, 19:21
plts, prabowo, energi
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutannya saat puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (12/7/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah mulai merealisasikan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan tahap pertama proyek tersebut akan segera memasuki proses peletakan batu pertama (groundbreaking).

Bahlil menyampaikan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (28/7). Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk segera memulai implementasi proyek PLTS 100 GW sebagai bagian dari Upaya percepatan transisi energi nasional.

“Kami juga membahas tentang implementasi PLTS 100GW yang Insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai peluncuran groundbreaking pertama. Nanti Bapak Presiden sendiri yang Insyaallah rencananya akan meresmikan,” kata Bahlil.

Selain membahas proyek PLTS, Bahlil juga melaporkan perkembangan program elektrifikasi desa. Ia mengatakan pemerintah telah menyelesaikan penyediaan akses listrik di lebih dari 1.400 desa. Prabowo dijadwalkan meresmikan penyelesaian program tersebut sebelum 14 Agustus.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah mengajak perusahaan Cina untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek PLTS berkapasitas 100 GW di Indonesia.

 Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW untuk mendukung transisi energi dan hilirisasi industri. Kementerian ESDM menargetkan kapasitas tersebut dapat tercapai pada 2029.

"Proyek tersebut menunjukkan besarnya potensi kerja sama Indonesia-Cina dalam mendukung transisi energi, pengembangan energi bersih, dan pencapaian target penurunan emisi," kata Airlangga dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (18/7).

Ia mengatakan industri panel surya yang telah beroperasi di Indonesia masih dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut. Penguatan tersebut perlu diarahkan untuk membangun rantai pasok industri tenaga surya yang lebih lengkap dan terintegrasi di dalam negeri.

Ajakan tersebut disampaikan Airlangga saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Cina Wang Wentao di Shanghai, China, Jumat (17/7) malam. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, transisi energi, hingga kerja sama regional.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...