ESDM Sebut Kondisi Pemadaman Listrik Kalimantan Membaik
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan kondisi pemadaman listrik di Pulau Kalimantan sudah mulai membaik. Hal ini disampaikan oleh Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno.
“Sekarang rasanya sudah mulai membaik,” kata Tri di Kementerian ESDM, Kamis (6/8).
Dia menyebut pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kalimantan terjadi karena dua kendala. Pertama, masalah impor listrik dari Malaysia. “Pemadaman kemarin karena impor listrik dari Malaysia ada kendala, jadi ada yang mati (listrik) beberapa,” ujarnya.
Kedua, adanya fase perbaikan di fasilitas kelistrikan Kalimantan.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) mengatakan terus mempercepat pemulihan sejumlah unit pembangkit pada Sistem Interkoneksi Kalimantan yang mengalami gangguan. Hal ini dilakukan guna menjaga keandalanan listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).
"Bersama pengelola pembangkit dan seluruh pemangku kepentingan, PLN mengerahkan personel terbaik serta memperkuat koordinasi teknis agar pasokan listrik di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat segera kembali optimal," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono, seperti dikutip dari Antara, Rabu (5/8).
Dia menyebut gangguan terjadi pada generator PLTU Asam-Asam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP). Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kemampuan pasok sistem sehingga berdampak pada terbatasnya pasokan listrik di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.
Iwan mengatakan fokus utama PLN adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan sehingga pasokan listrik dapat segera dipulihkan.
“PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan memastikan seluruh personel di lapangan terus bekerja secara maksimal hingga seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan kembali beroperasi,” ujarnya.
PLN menyatakan proses pemulihan di Tanjung Power Indonesia telah selesai. Sementara itu, pemulihan di PT SKS Listrik Kalimantan ditargetkan rampung pada 5 Agustus 2026 dan pemeliharaan PLTU Asam-Asam ditargetkan selesai pada 29 Agustus 2026.
Pemadaman Listrik Masih Terjadi di Sebagian Wilayah Kalimantan
Pemadaman listrik di Pulau Kalimantan masih terus terjadi hingga Minggu ini. Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah belum terlepas dari masalah kelistrikan tersebut.
Anidya Laras, warga Rantau, Kalimantan Selatan mengatakan di lingkungan rumahnya pemadaman masih terjadi dalam rentang yang sering, setiap dua hari sekali. Pemadaman terakhir yang dialaminya terjadi pada pukul 15.00-19.00 waktu Indonesia tengah (WITA) pada Selasa (4/8).
Perempuan berusia 32 tahun ini mengatakan pemadaman ini berlangsung secara acak, tak pasti. Terkadang dimulai pada siang hari, di lain waktu juga bisa terjadi saat malam hari.
Dia menyebut kondisi ini sudah ia rasakan bersamaan dengan tren pemadaman listrik di Pulau Jawa yang terjadi pada Juni 2026.
“Kondisinya sempat membaik sedikit pada minggu kedua Juli. Setelah itu kembali terjadi pemadaman listrik yang lebih parah,” katanya kepada Katadata, Rabu (5/8).
Kondisi serupa juga dialami oleh Titik Lisdawati yang tinggal di Kalimantan Selatan. Dia mengaku sudah mengalami pemadaman listrik sejak sebulan lalu.
Pemadaman listrik terakhir dialami kemarin, Selasa (4/8). Dia mengaku, pemadaman bergilir akan kembali terjadi di daerah rumahnya pada esok hari.
“Dalam seminggu ada empat hari mati lampu, durasinya selama 4 jam,” kata Titik kepada Katadata.
