Harga Minyak Mentah Indonesia Naik 9,5% Didorong Memanasnya Risiko Geopolitik

Mela Syaharani
11 September 2026, 09:19
Suasana dari kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memprediksi Indonesian Crude Price (ICP) mas
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa.
Suasana dari kapal tongkang akomodasi (Barge 222) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) di Perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (15/6/2022). Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memprediksi Indonesian Crude Price (ICP) masih akan mengalami kenaikan sepanjang tahun ini bahkan bisa mencapai 50 persen dari level 2021, dimana harga minyak dunia saat ini sudah mencapai sekitar 120 dolar Amerika per barel yang disebabkan konflik di Rusia dan Ukraina.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) Agustus 2026 sebesar US$ 89,43 per barel. Harga tersebut baik 9,5% atau US$ 7,75 per barel dibandingkan dengan ICP bulan Juli 2026 yang berada di level US$ 81,68 per barel. 

Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 352.K/MG.03/MEM.M/2026 yang tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Agustus 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan naiknya rata-rata ICP Agustus 2026 terjadi akibat dinamika pasar global yang dipengaruhi oleh tingginya risiko geopolitik serta potensi gangguan pasokan di jalur-jalur krusial. 

“Berbagai ketegangan di kawasan Selat Hormuz dan Laut Merah, termasuk serangan terhadap kapal tanker dan fasilitas kilang, telah memicu kekhawatiran pasar terhadap kelancaran pasokan minyak dunia,” kata Laode dalam siaran pers, Jumat (11/9).

Lonjakan harga ICP ini sejalan dengan tren kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional selama Agustus 2026. Tak hanya itu, faktor pengetatan sanksi politik-ekonomi serta kebuntuan diplomasi internasional juga turut menahan potensi penurunan harga minyak dunia.

Laode mengatakan pada September 2026, diproyeksikan ICP akan tetap berada di level tinggi, yaitu di kisaran US$ 83,00 hingga US$ 87,00 per barel.  Ancaman pasokan dari kendala di Teluk Hormuz dan perkiraan berkurangnya cadangan minyak AS turut menahan penurunan harga.

Dia menyampaikan pemerintah bersama seluruh pihak terkait akan terus memantau pergerakan harga minyak mentah dunia secara cermat. Hal ini dilakukan guna mengambil langkah-langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional. 

“Kami memastikan formula ICP tetap transparan mencerminkan dinamika pasar internasional agar tetap akuntabel bagi keuangan negara dan kegiatan usaha hulu migas,” ujar Laode.

Adapun perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 sebagai berikut:

  • Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia naik sebesar US$ 7,75/barel (bbl) dari US$ 81,68/bbl menjadi US$ 89,43/bbl.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 4,10/bbl dari US$ 83,97/bbl menjadi US$ 88,08/bbl.
  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 3,23/bbl dari US$  79,22/bbl menjadi US$ 82,45/bbl.
  • Dated Brent naik sebesar US$ 7,43/bbl dari US$ 83,41/bbl menjadi US$ 90,84/bbl.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 3,17/bbl dari US$ 82,99/bbl menjadi US$ 86,16/bbl.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...