CNG 3 Kg Disiapkan Jadi Alternatif LPG 3 Kg, Harga Dikaji Tetap Sama
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyiapkan tabung gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) berukuran 3 kilogram (kg) sebagai alternatif penggunaan liquefied petroleum gas alias LPG 3 kg subsidi. Pemerintah berencana harga jual tabung CNG Merah Putih akan sama dengan LPG 3 kg yang disubsidi pemerintah.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, harga tabung CNG 3 kg saat ini masih dalam tahap simulasi. Pemerintah memperkirakan penggunaan tabung CNG ini berpotensi menurunkan subsidi gas hingga 30%.
“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, (dengan ini) subsidi (untuk tabung gas) bisa turun sampai 30%,” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (30/9).
Meski demikian, pemerintah masih membahas skema distribusi tabung CNG Merah Putih, mulai dari pihak yang akan menjual, pemasok, hingga lokasi pengisian gas.
“Kami akan membicarakan skemanya, nanti (distribusinya) seperti apa, siapa pihak yang akan menjual, siapa pihak yang menyuplai, hingga tempat pengisian gasnya,” ujarnya.
Laode mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan uji coba tabung CNG Merah Putih. Proses pengujian berlangsung selama sebulan dan telah berjalan selama tiga minggu. Uji coba ini ditargetkan rampung pada Oktober.
Pengujian dilakukan secara bersamaan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) dan Cina. Pengujian di Cina dilakukan karena Indonesia belum memiliki pabrik yang mampu memproduksi tabung CNG sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Oleh karena itu, tabung yang digunakan dalam pengujian di kedua lokasi tersebut berasal dari produksi Cina.
Laode mengatakan, pengadaan tabung dalam jumlah besar akan mempertimbangkan hasil pembahasan dengan industri di Cina. Pemerintah juga belum menentukan waktu dimulainya produksi massal tabung CNG Merah Putih.
“Manakala nanti ada produksi masif tentu kami harus ada tawar-menawar dengan industrinya di Cina,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keputusan mengenai produksi massal akan mempertimbangkan skema distribusi tabung CNG yang akan diterapkan pemerintah.
“(Kami belum tahu) apakah (produksi) akan dimulai tahun ini atau tahun depan, nanti Pak Menteri ESDM yang akan mengumumkan agar lebih jelas,” ujarnya.
Sebelumnya, Laode menyebutkan bahwa tabung CNG Merah Putih akan diedarkan kepada masyarakat setelah melewati serangkaian pengujian dan evaluasi. Distribusinya direncanakan berlangsung secara bertahap dengan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa.
Laode juga mengatakan, program tabung CNG Merah Putih tidak menggunakan alokasi anggaran pemerintah. Namun, ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai sumber pendanaan program tersebut.
Untuk pasokan gas, pemerintah berencana memanfaatkan alokasi gas dari Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Laode mengatakan, pasokan gas untuk program tersebut tersedia, meskipun pemerintah belum menentukan sumber gas yang akan digunakan secara khusus.
CNG 3 kg Merah Putih dikembangkan pemerintah sebagai alternatif penggunaan LPG. Namun, skema distribusi dan rencana produksi massal tabung tersebut masih dalam pembahasan pemerintah..
