Kementerian ESDM: Penutupan Ekspor BBM Cina Tak Berpengaruh ke RI

Mela Syaharani
1 Oktober 2026, 19:07
ekspor, BBM, Cina, larangan ekspor BBM Cina
ANTARA FOTO/Angga Palguna/nym.
Petugas melayani pengisian BBM di SPBU MT Haryono, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (2/9/2026).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan penutupan atau larangan ekspor bahan bakar minyak (BBM) maupun produk turunan minyak asal Cina tidak berdampak bagi Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman mengatakan Indonesia tidak mengimpor produk minyak ataupun BBM dari negeri Panda. “Tidak ada (impor dari sana), (saat ini) masih aman dalam kami mendatangkan impor minyak ataupun BBM,” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Kamis (1/10).

Laode menegaskan Indonesia hingga saat ini tidak tercatat melakukan impor langsung produk BBM ataupun minyak dari negara tersebut.

Eksportir bahan bakar Cina sebelumnya telah membatalkan sejumlah kargo produk minyak yang dijadwalkan untuk diekspor pada Oktober. Hal ini terjadi karena Cina memprioritaskan pasokan domestik di tengah gejolak yang berkepanjangan di pasar energi global.

Berdasarkan catatan Bloomberg, pengiriman yang terdampak mencakup bensin dan diesel. Pembatalan pengiriman ini dipantau secara ketat oleh para pembeli dan pedagang seluruh dunia, keputusan ini diambil saat kondisi global sedang menghadapi kekurangan pasokan akibat gangguan di Rusia dan Timur Tengah.

Cina Lindungi Kepentingan Domestik

Meskipun Cina bukan eksportir bahan bakar terbesar di Asia dan berada di bawah negara-negara seperti Korea Selatan, pasokan minyak dari Cina menjadi sangat penting ketika pasar mengalami tekanan.

Beijing telah lama menekankan pentingnya menjaga kecukupan pasokan domestik untuk sejumlah bahan bakar utama, termasuk diesel, yang dianggap strategis. Pada Maret lalu, pemerintah Cina meminta perusahaan penyulingan terbesar untuk menghentikan sementara ekspor diesel dan bensin, sebagai langkah untuk melindungi konsumen domestik pada masa awal perang di Timur Tengah. Namun, kebijakan tersebut kemudian dilonggarkan.

Kebutuhan Cina semakin meningkat ketika belahan bumi utara memasuki musim dingin, sementara belum ada banyak tanda ekspor bahan bakar dari kawasan Teluk Persia maupun Rusia akan kembali normal. Rusia baru saja memperpanjang larangan ekspor diesel selama satu bulan hingga Oktober.

Pasokan diesel belum seketat di kawasan Cekungan Atlantik. Namun, jika Cina terus mengurangi ekspornya, pasar akan semakin ketat dan harga dapat semakin tinggi, meskipun perusahaan penyulingan besar lainnya di kawasan tersebut terus mengirimkan kargo ke luar negeri.

Meski memiliki industri pengolahan minyak yang sangat besar, Cina menghadapi persoalan mahalnya pasokan minyak mentah serta penurunan tajam aliran minyak dari Iran, yang menjadi pukulan bagi perusahaan penyulingan swasta skala kecil. Persediaan bahan bakar domestik Cina juga telah anjlok.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...