Harga Minyak Turun seusai Trump Klaim Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

Mela Syaharani
12 Oktober 2026, 09:32
Harga Minyak
Vecteezy.com/Uriel Eichenbaum
Ilustrasi stok minyak mentah untuk ketahanan energi.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Harga minyak acuan dunia turun seusai Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina yang segera berlaku. Trump juga menyampaikan klaim serupa bulan lalu, meski Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut belum ada kesepakatan yang difinalisasi.

Harga Brent turun di bawah US$ 104 per barel setelah mengalami kenaikan selama dua hari. Sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$ 91 per barel. 

Serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia secara signifikan mengganggu pengolahan minyak dan berkontribusi terhadap semakin ketatnya pasokan solar global. Pada akhir pekan lalu, Trump mengaku tengah bekerja sama dengan Presiden Vladimir Putin untuk menyalurkan solar Rusia ke pasar.

Harga bahan bakar industri tersebut melonjak di seluruh dunia di tengah konflik Moskow-Kiev dan gangguan akibat perang AS-Iran.

Lonjakan harga tersebut memicu meningkatnya kekecewaan di kalangan pemilih AS menjelang pemilihan paruh waktu pada November. Trump telah mengancam akan melarang ekspor solar dan mencabut pembatasan penggunaan jenis solar yang dibebaskan dari pajak sebagai upaya menurunkan biaya.

Direktur Eksekutif Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, mendesak pemerintah untuk mempercepat pelepasan solar yang telah dijanjikan dan mempertimbangkan penambahan pasokan ke pasar. Menurutnya, kondisi saat ini memerlukan perhatian segera.

Harga Brent telah naik sekitar 70% sepanjang tahun ini seiring berlanjutnya perang AS-Iran tanpa tanda-tanda penyelesaian yang jelas.

Produsen minyak utama Timur Tengah telah memulihkan ekspor minyak mentah melalui Selat Hormuz hingga mendekati tingkat sebelum konflik. Akan tetapi, pada saat yang sama juga terjadi peningkatan serangan terhadap kapal tanker dan ketegangan regional yang dapat mengancam kelancaran arus tersebut.

Penurunan harga minyak tetap terjadi meski ada serangan terhadap bandara utama Arab Saudi dan serangan baru terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz. Bandara Internasional King Khalid di Riyadh kembali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi yang didukung Iran pada Minggu (12/10) kemarin, sehari setelah sebuah serangan menewaskan 12 orang.

Sebelum serangan tersebut, menteri luar negeri Saudi dan mitranya dari Iran membahas eskalasi terbaru dalam sebuah percakapan telepon.

Serangan tersebut terjadi setelah pasukan yang didukung Arab Saudi di Yaman melancarkan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi dan melenyapkan kelompok tersebut.  Kelompok pemberontak yang didukung Iran itu membuka front baru dalam konflik Timur Tengah pada Juli, ketika mereka mulai menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi dan kapal tanker di Laut Merah.

add katadata as preferred source
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Mela Syaharani
Editor: Ahmad Islamy

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...