Menperin Usul PPnBM 0% Mobil Baru Diperpanjang Sampai Akhir Tahun

Cahya Puteri Abdi Rabbi
25 Agustus 2021, 19:09
PPnBM, mobil, kementerian perindustrian
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.
Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (15/4/2021). Penjualan mobil tahun ini mengalami peningkatan, utamanya didorong insentif PPnBM.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dengan skema Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100% untuk pembelian mobil baru bisa diperpanjang sampai akhir tahun. Kebijakan PPnBM DTP sejak Maret 2021 terbukti membangkitkan industri otomotif di tengah pandemi.

"Saya sudah menandatangani surat kepada Menteri Keuangan (Sri Mulyani), untuk mengusulkan perpanjangan PPnBM DTP, karena berkaitan dengan industri pendukung di belakangnya banyak sekali," kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Rabu (25/8).

Agus mengatakan, insentif ini sangat berhasil untuk mendongkrak produksi dan penjualan mobil. Dari catatannya, penjualan mobil pada Kuartal 2 2021 melonjak tajam setelah adanya insentif ini.

"Nggak main-main pada Kuartal 2 peningkatan penjualan mobil naik 758% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya," kata dia.

Sebagai informasi, diskon PPnBM DTP 100% untuk pembelian mobil baru dengan kapasitas isi silinder hingga 1.500 cc akan berakhir pada akhir Agustus. Untuk masa pajak September hingga Desember, diskon PPnBM yang diberikan oleh pemerintah hanya sebesar 25%. 
Sementara itu, untuk mobil dengan kapasitas isi silinder lebih dari 1.500 cc sampai dengan 2.500 cc, diskon PPnBM pada masa pajak September sampai Desember akan menjadi 25%, dari sebelumnya yakni 50% pada April-Agustus.

Agus Gumiwang mengatakan usulan perpanjangan tersebut terkait erat dengan industri pendukung di sektor otomotif.  Ada sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai industri sektor otomotif, faktor tersebut dinilai berperan besar dalam pertumbuhan industri dalam negeri.

“Jadi, ada tier I, tier II, tier III, belum lagi industri kecil menengah (IKM) yang terlibat di dalamnya itu sangat luar biasa, sehingga industri bisa tumbuh,” ujar dia.

Selain itu, Agus juga mendorong insentif pajak pertambahan nilai (PPN) dengan skema pajak ditanggung pemerintah (DTP) untuk sektor properti karena terbukti berhasil mendorong penjualan. Dari catatannya, penjualan properti naik 15%-20%. Fasilitas insentif pajak itu juga mendorong pertumbuhan industri yang melingkupinya seperti semen, keramik, dan bahan bangunan di mana kenaikannya diperkirakan mencapai 8,05%.

"Kami juga mendorong PPN DTP di sektor properti, karena ini sektor yang industri pendukung di belakang besar sekali. Jadi kami memilih sektor apa saja yang industri pendukungnya besar untuk mendapatkan relaksasi. Tujuannya agar meningkatkan kemampuan demand side yang kita miliki," katanya.

Sebagai informasi, pemerintah memberikan PPN dalam skema pajak ditanggung pemerintah atas penjualan rumah tapak atau unit hunian untuk masa pajak Maret-Agustus 2021. Diskon sebesar 100% diberikan untuk rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar. Diskon 50% untuk rumah tapak atau unit hunian rumah susun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar sampai dengan Rp 5 miliar.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi berharap insentif PPnBM diperpanjang hingga akhir 2021, karena insentif ini telah menyelamatkan sektor otomotif dari dampak pandemi Covid-19.

Gaikindo mencatat permintaan mobil mencapai titik terendahnya pada April hingga Juni 2020. Total penjualan mobil hanya 7.868 unit di bulan April, 3.551 unit di Mei, dan 12.623 unit di Juni. Namun setelah relaksasi PPnBM diberlakukan pada Maret 2021, penjualan naik menjadi 80 ribu unit, mendekati titik normalnya yakni sebanyak 100 unit mobil  dalam satu bulan.

Berdasarkan data penjualan GAIKINDO periode Januari-Juli 2021, produksi mobil tercatat 588.881 unit, atau naik 49,4% dari periode yang sama tahun lalu,  sementara itu penjualan mencapai 460.105 unit, naik 40,8%. Ekspor mobil completely built up (CBU) tercatat sebanyak 166.069 unit, naik 38,2%. Penjualan mobil baru pada periode Januari-Juli 2021 tercatat sebanyak 460.105 unit. Angka itu mendekati penjualan setahun penuh pada tahun 2020 yang berjumlah 532.027 unit. 

”Untuk itu, GAIKINDO berharap relaksasi PPnBM bisa diperpanjang hingga akhir tahun 2021. Harapan kami, PPnBM sampai akhir 2021 supaya industri otomotif pulih dengan tuntas,” kata Yohannes dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (25/8).

Reporter: Cahya Puteri Abdi Rabbi
Editor: Maesaroh

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...