Anggarkan Rp 18,9 T, Luhut Jamin Proyek Pengembangan DPSP Tak Mangkrak
Pemerintah menganggarkan Rp 18,9 triliun untuk mengembangkan lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menjamin seluruh proyek tersebut tidak mangkrak dan akan rampung pada 2024.
Lima DPSDP tersebut adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan Likupang di Sulawesi Utara. Luhut juga menjamin potensi penyalahgunaan dana pengembangan DPSP tersebut akan sangat kecil.
"Sekarang, kami sisir satu-satu (DPSP). Kami check, re-check, and check again, sehingga penggunaan dana benar dilakukan. Pemerintahan baru tidak ada proyek-proyek mangkrak karena tidak dilakukan evaluasi," kata Luhut dalam Konferensi Pers Rakornas Pengembangan 5 DPSP Semester I 2022, Jumat (15/7).
Luhut mengatakan, beberapa DPSP telah memiliki kegiatan internasional, misalnya Mandalika yang menggelar ajang balap internasional Moto GP. Sementara Danau Toba akan menggelar F1H20 atau ajang balap kapal cepat satu penumpang pada Maret 2023.
Maka dari itu, Luhut menugaskan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk membuat jadwal kegiatan untuk wisatawan dalam jangka waktu tertentu. Luhut berharap agar kunjungan wisatawan domestik mendominasi kegiatan-kegiatan di lima DPSP tersebut. Dengan demikian, industri pariwisata memilki daya tahan lebih tinggi terhadap dampak pandemi.
"Kami ingin turis domestik jadi backbone industri kita, sehingga kalau ada (pandemi) kita jangan drop sampai habis ke bawah," kata Luhut.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan bahwa progress pengembangan DPSP di sektor perhubungan sudah mencapai 80-90%. Salah satu proyek yang dikerjakan adalah pembangunan tujuh terminal baru untuk menunjang DPSP Danau Toba.
"Juga di Labuan Bajo harus dipersiapkan, kita punya dermaga, bandara. Nanti dengan BUMN pelabuhan (fasilitas) itu dikelola untuk kapal pesiar dan sebagainya. Bandara kita kerjasamakan dengan asing, supaya traffic dari luar (negeri) bertambah," ujarnya.
Berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), nilai konsumsi pariwisata internal Indonesia pada 2020 mencapai Rp745,59 triliun. Angka tersebut anjlok sebesar 57,01% dibanding tahun 2019.
