Pemerintah Fokus Benahi Transportasi dan Bangun Tol ke Puncak Bogor

Nadya Zahira
25 Mei 2023, 11:01
Foto udara kepadatan kendaraan saat pemberlakukaan rekayasa sistem satu arah menuju jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/5/2023). Kepadatan di jalur menuju Puncak Bogor tersebut akibat banyaknya warga memanfaatkan libur panjang akhi
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/tom.
Foto udara kepadatan kendaraan saat pemberlakukaan rekayasa sistem satu arah menuju jalur Puncak, Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (18/5/2023). Kepadatan di jalur menuju Puncak Bogor tersebut akibat banyaknya warga memanfaatkan libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan hari Kenaikan Isa Al-Masih dengan berwisata, sehingga Polres Bogor melakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah.

Pemerintah fokus dalam menyelesaikan kemacetan di Puncak Bogor, Jawa Barat. Selain membangun jalan tol, pemerintah juga akan membenahi transportasi menuju Puncak Bogor.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, persoalan kemacetan di Puncak Bogor saat ini belum bisa diuraikan dengan baik oleh pemerintah terlebih saat arus mudik dan balik 2023. Hal itu karena banyaknya minat masyarakat yang berkunjung ke daerah tersebut. 

"Kami mencatat di jalan tol sangat struggling ada dua tempat, di toll road Jakarta-Semarang dan di ASDP. Itu bisa kami selesaikan dengan baik. Tapi untuk tujuan ke Puncak ini, belum bisa kami selesaikan," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi kepada awak media, di Gedung DPR RI, Rabu (24/5).

Budi mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR saat ini terus membahas pembangunan proyek Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur alias Tol Puncak sepanjang 52 km. Hal ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah agar bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di Puncak, Bogor.

"Saat ini Kementerian PUPR terus membahas pembangunan Jalan Tol Puncak bersama pemrakarsa, dan akan segera dibangun," ujarnya. 

Tak hanya itu, dia menuturkan, pemerintah juga tengah mencari solusi dengan pemerintah daerah terkait transportasi ke puncak agar bisa lebih baik. Langkah itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan Puncak Bogor.

Anggaran Tol Rp 25 Triliun

Sebelumnya, Kementerian PUPR telah menyetujui usulan pembangunan proyek Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur alias Tol Puncak. Pembangunan jalan tol tersebut diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 25 triliun.

Direktur Jalan Bebas Hambatan Direktorat Jenderal Bina Marga Triono Junoasmono mengatakan, proyek jalan tol tersebut sudah tercantum dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol dengan target terbangun atau operasi pada 2030-2034. Dia mengatakan, Badan Usaha Jalan Tol sedang menyiapkan kajian untuk pembangunan tol tersebut.

"Jadi perlu kami sampaikan, memang saat ini sudah ada yang tertarik untuk mengusulkan investasi di Jalan Tol Puncak, dan saat ini calon pemrakarsa sedang menyiapkan kajiannya," ujar Triono dalam acara Evaluasi Mudik di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/5)

Adapun untuk pemrakarsa tersebut berasal dari PT Matra Sarana Arsitama dan Swoosh Capital KFT.  Triono mengatakan, saat ini rincian tol Puncak tersebut baru sampai tiga seksi.

Seksi 1 sepanjang 11,6 km dengan biaya hingga Rp 3,1 triliun. Lalu untuk seksi 2 sepanjang 6,9 km menghabiskan biaya konstruksi sebesar Rp 2,4 triliun. Sementara untuk seksi 3 sepanjang 9,7 km membutuhkan biaya Rp 8,02 triliun.

Dia menjelaskan, Jalan Tol Puncak tersebut sifatnya akan terus menyambung dengan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi yang sudah ada sebelumnya. Dengan demikian, nantinya tol itu akan langsung tembus ke arah Cianjur. 

"Tetapi akan dilaksanakan secara bertahap, dan kelayakannya seperti apa akan kami tunggu," ujarnya.

Reporter: Nadya Zahira

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...