Aksi Peringatan Hari ke-100 Matinya Eskalator Stasiun Bekasi

Andi M. Arief
1 Februari 2024, 17:46
eskalator, stasiun bekasi, stasiun, bekasi
ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/rwa.
Seorang penumpang kereta melakukan aksi dengan membawa bunga bertuliskan ÒTurut berduka cita atas wafatnya satu eskalatorÓ di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (31/1/2024). Aksi tersebut sebagai bentuk kritik penumpang angkutan umum kereta karena sudah 100 hari, satu eskalator di stasiun rusak sehingga menganggu kenyamanan penumpang.

Ringkasan

  • Aktivitas manufaktur Indonesia terus menunjukkan tren positif dengan mencatat indeks PMI Manufaktur di angka 54,2 pada Maret 2024, menandai ekspansi pada sektor ini selama 31 bulan berturut-turut, didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan pembelian barang input menjelang idulfitri.
  • Kinerja manufaktur Indonesia yang ekspansif dibandingkan dengan beberapa negara tetangga yang masih mengalami kontraksi menunjukkan resiliensi ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dengan berbagai dukungan kebijakan dalam menghadapi risiko global.
  • Laju inflasi Indonesia tercatat di angka 3,05% pada Maret 2024, dengan inflasi pangan yang volatil menjadi perhatian khusus pemerintah. Upaya stabilisasi pasokan dan harga, serta pengendalian inflasi saat ramadan dan idulfitri, terus dilakukan termasuk operasi pasar dan relaksasi harga tertinggi pada beberapa komoditas untuk memitigasi risiko gejolak harga.
! Ringkasan ini dihasilkan dengan menggunakan AI
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Karangan bunga dan nisan diletakkan di depan peringatan perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi yang sudah tidak berfungsi selama 100 hari. Ini adalah aksi para pengguna KRL untuk mendesak pengelola memperbaiki eskalator yang telah rusak sejak Oktober 2023. 

Aksi simbolis ini diinisiasi oleh pengguna KRL Mega Utami yang juga pemilik akun @PernebangRoket di media sosial X. Ia sebelumnya kerap memposting kondisi eskalator Stasiun Bekasi yang tidak berfungsi dari hari pertama hingga 100. 

Aksinya melalui tagar #100HariWafatnyaEskalator pun viral. Beragam foto dan video pengguna KRL di depan nisan dengan berbagai aksi berseliweran di media sosial. Ada yang  menaruh bunga di atas nisan hingga berdoa. 

Menanggapi aksi yang viral tersebut, Kementerian Perhubungan menyatakan perbaikan eskalator di Stasiun Bekasi mundur hingga pertengahan Februari 2024. Dengan kata lain, dua eskalator di Stasiun Bekasi akan tidak berfungsi hingga sekitar 116 hari hingga pertengahan bulan ini.

Kepala Balai Jakarta Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Ferdian Suryo menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Ferdian mengatakan perbaikan dua eskalator di Stasiun Bekasi terlambat karena terkendala proses pengadaan dan produksi suku cadang.

"Hal ini menyebabkan proses perbaikan tidak dapat dilakukan lebih cepat. Proses perbaikan eskalator diupayakan agar dapat selesai pada pertengahan Februari 2024," kata Ferdian dalam keterangan resmi, Kamis (1/2)

Ferdian mencatat dua eskalator yang rusak tersebut berada di sisi utara peron tiga dan empat dan pintu keluar sisi utara. Alhasil, Ferdian menyampaikan saat ini hanya 10 dari 12 unit eskalator yang berfungsi di Stasiun Bekasi.

Akun resmi PT Kereta Commuter Indonesia menyampaikan masih berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperbaiki eskalator di Stasiun Bekasi. Oleh karena itu, perseroan mengimbau penumpang untuk menggunakan akses lain di Stasiun bekasi saat ini.

"Penumpang Commuterline silahkan dapat melewati akses jalur lain seperti tangga manual dan lift yang beroperasi. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis KCI dalam X, Rabu (31/1).



Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...