Resmi Bekerja, Ini Daftar Anggota Satgas Impor Ilegal dan Tugasnya

Andi M. Arief
19 Juli 2024, 16:10
impor ilegal, satgas impor ilegal
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/Spt.
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan keterangan pers terkait pembentukan Satgas Pengawasan Barang Tertentu yang Diberlakukan Tata Niaga Impor di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (19/7/2024). Satgas pengawasan barang impor ilegal tersebut akan mengawasi barang-barang impor berupa tekstil dan produk tekstil, produk tekstil lainnya, elektronik, alas kaki, pakaian, keramik, dan produk kecantikan.
Button AI Summarize

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan resmi meluncurkan satuan tugas atau satgas impor ilegal dengan nama resmi Satgas Pengawasan Barang Tertentu. Satgas ini terdiri dari 11 kementerian dan lembaga, yang juga mencakup aparat penegak hukum.

Ke-11 K/L tersebut yakni Kemendag, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kepolisian, Kejaksaan Agung, Badan Intelijen Negara, TNI Angkatan Laut, Badan Keamanan Laut, dan pemerintah daerah.

Menurut Zulhas, barang yang akan diawasi oleh Satgas PBT adalah tekstil, keramik, alas kaki, pakaian jadi, kosmetika, elektronika, dan pakaian jadi lainnya. Pihaknya telah menemukan celah kecurangan impor pada industri yang memproduksi tujuh produk tersebut.

"Pengusaha marak melaporkan barang impor ilegal. Karena ilegal, maka harga jual di pasar di dalam negeri jauh lebih murah dari barang yang diproduksi produsen lokal yang taat pada aturan. Hal memicu Pemutusan Hubungan Kerja hingga penutupan pabrik," kata Zulhas di kantornya, Jumat (19/7).

Ia menekankan, pengawasan akan dilakukan pada area kerja importir dan pedagang besar atau grosir. Oleh karena itu, mayoritas pengawasan akan dilakukan di pesisir pantai atau pelabuhan.

"Kami sudah ada informasi pintu masuk importasi ilegal. Kalau tidak ada informasi itu, kami tidak bisa bergerak dong," ujarnya.

Ia mengaku telah memiliki titik-titik yang diduga menjadi pintu masuk barang impor ilegal tersebut. Namun Zulhas enggan membeberkan titik tersebut demi kelancaran pengoperasian Satgas PBT pekan depan.

Zulhas menilai, penjualan barang impor ilegal oleh peritel merupakan hasil lemahnya pengawasan di perbatasan. Walau demikian, Zulhas tidak menutup kemungkinan perluasan pemeriksaan di pusat perbelanjaan.

"Pengawasan di pusat perbelanjaan bisa dilakukan, tapi bukan sasaran utamanya. Namun kalau diperlukan dan ada informasi, bisa kami lakukan," katanya.

Zulhas mengatakan pihaknya masih menyusun Petunjuk Pelaksanaan dan Petunjuk Teknis bagi pengoperasian Satgas PBT. Kedua dokumen tersebut ditargetkan rampung pekan depan, Senin (22/7), sedangkan Satgas PBT baru beroperasi penuh pada Selasa (23/7).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengatakan, Satgas Impor Ilegal penting untuk mendukung sektor manufaktur nasional. Sektor ini  menjadi fokus pemerintah dalam menopang kekuatan ekonomi nasional.

Agus mengatakan, pemerintah sejauh ini sudah memetakan modus impor ilegal. "Kami sudah tahu modusnya, maka kata kunci terkait pengoperasian Satgas Impor Ilegal adalah penegakan hukum," ujar Agus di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (19/7).



Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...