Bahlil Minta Semua Dirjen Kementerian ESDM Berkantor Segedung Dengannya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta kepada jajaran direktur jenderalnya untuk menempati satu gedung kantor dengannya. Kantor yang ia maksud adalah Gedung Sekretariat Jenderal Kementerian ESDM di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
"Karena waktunya cuma dua bulan, mulai hari ini jangan di kantor masing-masing. Cari ruangan dirjen-dirjen dan kita rapat sampai malam di sini," kata Bahlil dalam acara serah terima jabatan di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/8).
Bahlil menyebut tugasnya sebagai menteri ESDM hingga dua bulan ke depan hanya sebagai pengganti pendahulunya, Arifin Tasrif yang telah menjabat selama empat tahun 10 bulan. "Sampai dengan Oktober 2024 tetap menjalankan roh Pak Arifin. Saya mohon dukungan bapak-ibu semua," ucapnya.
Sebagai informasi, Kementerian ESDM memiliki empat direktorat jenderal yang masing-masing dipimpin oleh dirjen. Kantor Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi berada di daerah HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Kantor Direktorat Kelistrikan juga berada di kawasan tersebut.
Lalu, Kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara berada di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Terakhir, Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi ada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Terkait jabatan barunya, mantan menteri investasi itu telah mendapat sejumlah amanat dari Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto. Yang utama terkait peningkatan lifting minyak bumi.
Produksi minyak domestik saat ini terus turun. Di sisi lain, konsumsinya terus meningkat. Kondisi ini membuat impor minyak melonjak, padahal Indonesia masih memiliki banyak potensi migas.
“Jadi, Ibu Dirut Pertamina (Nicke Widyawati), kita harus bicara detail. Kalau memang persoalannya ada di regulasi, apa yang kami harus lakukan. Sweetener apa yang harus negara berikan agar kita kompetitif,” ujar Bahlil.
Bahlil juga meminta data lengkap mengenai jumlah impor dan potensi gas bumi Indonesia. “Segera kami akan membangun hilirisasi elpiji. Kami menyiapkan lokasi untuk membangun industrinya karena LPG kita impor terus," katanya.
