Menhub Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Tak akan Dapat Dukungan APBN

Andi M. Arief
6 Maret 2025, 13:01
kereta cepat jakarta-surabaya, kereta cepat
ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/rwa.
Kereta cepat Jakarta-Bandung. Pemerintah memberi sinyal tak akan memberi dukungan APBN pada proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi membuka peluang berlanjutnya sejumlah proyek infrastruktur perkeretaapian, termasuk kereta semi cepat Jakarta-Surabaya di tengah efisiensi Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN. Namun Dudy memastikan, pembangunan proyek itu tidak akan menggunakan anggaran negara.

Ia mencatat, setidaknya ada tiga proyek kereta api yang dibuka ke pihak swasta, yakni pengembangan LRT Jabodebek hingga Bogor, kereta semi-cepat Jakarta-Surabaya, dan kereta gantung. Namun, Dudy memberikan sinyal negara tidak akan memberikan dukungan finansial jika pihak swasta masuk ke dalam proyek tersebut.

"APBN tahun ini fokus pada kegiatan-kegiatan yang lebih utama untuk kepentingan bangsa, seperti Makan Bergizi Gratis. Mungkin ada yang tidak setuju dengan kami tapi menurut saya menyiapkan generasi muda lebih penting. Walau demikian, kami terbuka untuk kerja sama infrastruktur perkeretaapian," kata Dudy di Jakarta, Rabu (5/3).

Dudy menjelaskan, proyek kereta semi-cepat akan menghubungkan Jakarta dan Surabaya. Namun, ia emberikan sinyal jalur kereta tersebut tidak akan menggunakan jalur rel kereta cepat milik PT Kereta Cepat Indonesia Cina.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Risal Wasal, menjelaskan, ada dua studi terkait proyek kereta api tersebut. Salah satunya, menurut Risal, adalah kelanjutan rute kereta cepat hingga Surabaya yang sedang dipelajari KCIC.

Selain KCIC, investor dari Jepang juga sedang membuat studi proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Menurutnya, studi tersebut sedang mempelajari dua rute, yakni utara dan selatan.

Risal menjelaskan, proyek kereta semi cepat dapat dimulai dengan dua bentuk, yakni investasi penuh pihak swasta atau kerja sama pemerintah dan badan usaha. Dengan demikian, investor akan bertanggung jawab mulai dari pra-studi kelayakan, studi kelayakan, dan dana konstruksi.

Menurut dia, skema investasi penuh akan membuat pemerintah menunjuk investor secara langsung sebagai operator kereta semi cepat. Sementara itu, skema KPBU membuat pemerintah dapat melelang konstruksi dan pengopperasian proyek tersebut.

"Kami telah fokus dengan kereta cepat. Ke depan, kami coba kaji untuk menghidupkan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya," kata Risal.

Kemenhub sebelumnya menargetkan studi kelayakan perpanjangan kereta cepat Jakarta hingga Surabaya rampung akhir 2024 sehingga konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Surabaya bisa dimulai pada pemerintahan Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka. 

Kereta Cepat Jakarta - Surabaya merupakan perpanjangan dari trase Kereta Cepat Jakarta - Bandung. Proyek ini akan memangkas waktu tempuh Jakarta - Surabaya dari 10 jam menjadi 3,5 jam melalui jalur darat. Pemerintah sebelumnya menargetkan, tarif Kereta Cepat Jakarta - Surabaya akan lebih ekonomis dibandingkan Jakarta - Bandung atau Whoosh.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief
Editor: Agustiyanti

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...