Rencana Baru Pembangunan Giant Sea Wall, Butuh 20 Tahun Hingga Diminati Belanda
Pemerintah mengakselerasi pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall di sejumlah daerah yang berada di jalur pesisir pantai utara Jawa. Rencana pembangunan giant sea wall di Pulau Jawa diawali dengan pengadaan tanggul laut di wilayah pesisir DKI Jakarta senilai Rp 164,1 triliun.
Pembangunan giant sea wall di Pantura dinilai mendesak seiring laju penurunan tanah Pantura berada di kisaran 1-25 centimeter (cm) per tahun. Di sisi lain, terdapat ancaman dari lepas pantai berupa kenaikan permukaan air laut hingga 1-15 cm per tahun di beberapa lokasi serta fenomena banjir Rob.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan bahwa proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall masih dalam tahap penyusunan dan pemutakhiran konsep. Menurut AHY, konsep pembangunan proyek giant sea wall perlu diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan saat ini.
AHY menilai proyek berskala besar memerlukan perencanaan matang sebelum dijalankan. “Ini adalah sebuah proyek yang besar, kami terlebih dahulu harus matangkan konsepnya, tidak boleh tergesa-gesa karena tidak bisa setelah itu dianulir kemudian,” kata AHY.
AHY menegaskan pihaknya tahun ini akan lebih dulu fokus pada pematangan konsep dan perencanaan untuk proyek giant sea wall, sebelum memulai tahap pembangunan fisik. Dia pun menambahkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Badan Perenanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk membangun tanggul laut yang akan berdiri di wilayah pesisir Banten hingga Jawa Timur.
Berikut rencana baru pembangunan tanggul laut raksasa:
1. Dibangun per kota, bukan jalur panjang
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan sinyal bahwa pembangunan tanggul laut raksasa atau giant sea wall tidak akan dilakukan secara tersambung dari Banten hingga Jawa Timur. Selain itu, tanggul laut yang akan dibangun kemungkinan besar tidak berada di tengah laut, melainkan di bibir pantai.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Lilik Retno Cahyadiningsih mengatakan bahwa lokasi, jadwal, desain, dan anggaran proyek tersebut masih dalam pembahasan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK). Nantinya, pembangunan akan dilakukan oleh tim teknis yang dibentuk oleh lembaga tersebut.
2. Dibangun secara bertahap
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pembangunan proyek giant sea wall yang direncanakan membentang dari Banten hingga Jawa Timur akan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan prioritas wilayah dan ketersediaan anggaran
“Tentunya nanti akan dilihat prioritasnya, dan kami hadapkan juga kepada anggaran yang tersedia,” ujar AHY.
3. Total panjang tanggul mencapai 700 Km
Presiden Prabowo Subianto disebut berencana membangun tanggul laut raksasa sepanjang 700 km dari Banten sampai Jawa Timur. Utusan Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo, mengatakan program tersebut bertujuan untuk melindungi sawah-sawah yang terletak di sisi pantai utara Pulau Jawa. Para nelayan merasa terancam dengan kenaikan permukaan laut.
4. Perlu waktu 20 tahun
Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hidup Hashim Djojohadikusumo menyatakan, pemerintah harus segera mulai membangun tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang terbentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Pengerjaan proyek yang masuk dalam program kerja Presiden Prabowo Subianto ini kemungkinan membutuhkan waktu hingga 20 tahun. Hashim menyampaikan, dengan perkiraan waktu tersebut, maka proyek ini kemungkinan dilaksanakan oleh kepemimpinan dua atau tiga presiden Indonesia.
5. Dibiayai Belanda
Pemerintah Indonesia berpotensi mendapat pendanaan dalam bentuk hibah dan penyertaan utang senilai 300 juta Euro atau setara Rp 5,7 triliun dari Belanda. Dana tersebut akan digunakan membiayai proyek strategis di sektor energi dan sumber daya air, termasuk proyek Giant Sea Wall.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan, saat ini program prioritas pemerintah di bidang sumber daya air adalah irigasi, air siap minum, pengendalian banjir dan juga pengamanan pesisir.
