Pemerintah merencanakan percepatan pembangunan Giant Sea Wall sepanjang 575 kilometer di Pantai Utara Jawa dari target semula 20 tahun menjadi 15 tahun.
Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri ke Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (12/5) untuk membahas proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Pekalongan dan Batang di Jawa Tengah tengah menanti dana iklim senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 174 miliar dari lembaga pengelola dana internasional GCF.
Menko AHY menyebut potensi ekonomi kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa senilai Rp 6.403 triliun terancam jika tidak segera dilakukan pembangunan tanggul laut atau Giant Sea Wall.
Pemerintah ingin memastikan nilai ekonomi profesi nelayan meningkat, sekaligus memberikan alternatif mata pencaharian bagi generasi muda di wilayah pesisir.
Kepala BOPPJ Didit Herdiawan Ashaf mengatakan percepatan pembangunan Giant Sea Wall dilakukan menyusul urgensi perlindungan kawasan Pantura yang menghadapi berbagai ancaman lingkungan.
PT Karya Citra Nusantara atau KCN menyatakan kawasan Pesisir Cilincing tidak akan membutuhkan Giant Sea Wall. Hal itu lantaran kawasan tersebut akan terlindungi jalan tol New Priok Eastern Access
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan adanya potensi perubahan masterplan atau dokumen perencanaan strategis untuk proyek giant sea wall atau tanggul laut raksasa di pesisir utara Pulau Jawa.
AHY menyatakan ia akan menjadi Dewan Pengarah untuk Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura) guna memastikan penanganan kawasan pesisir, termasuk pembangunan tanggul laut raksasa.