53 Sekolah Rakyat Ditargetkan Beroperasi Juni 2025

Andi M. Arief
14 April 2025, 15:28
sekolah rakyat
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.
Petugas menata kursi ruangan kelas Sekolah Rakyat untuk jenjang SMA di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL), Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (8/3/2025).
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengatakan 53 Sekolah Rakyat akan beroperasi pada akhir Juni 2025. Namun, Hadi mengaku masih menghitung jumlah peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2025/2026.

Hadi menjelaskan 53 unit Sekolah Rakyat tersebut merupakan sekolah eksisting yang disediakan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, 53 fasilitas pendidikan tersebut baru beroperasi pada paruh kedua tahun ini lantaran masih membutuhkan renovasi.

"Kami akan memprioritaskan pengoperasian Sekolah Rakyat di provinsi yang jumlah penduduknya besar dan memiliki angka kemiskinan ekstrem yang tinggi, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat," kata Hadi di Gedung Kementerian Pekerjaan Umum, Senin (14/4).

Hadi mengaku belum merinci anggaran renovasi 53 Sekolah Rakyat tersebut. Namun, pemerintah akan mengucurkan anggaran sekitar Rp 20 triliun untuk pengoperasian 200 unit Sekolah Rakyat tahun ini.

Dia mencatat sebanyak 147 Sekolah Rakyat merupakan sekolah baru yang dibangun dari awal. Selain itu, ukuran setiap Sekolah Rakyat berbeda-beda, mulai dari antara 5 hektare hingga lebih dari 10 hektare. Untuk itu, Hadi menyampaikan anggaran yang diterima setiap Sekolah Rakyat mencapai Rp 100 miliar. 

"Rp 100 miliar untuk setiap Sekolah Rakyat adalah perhitungan kasar mengingat setiap titik Sekolah Rakyat punya masalahnya masing-masing," sebutnya. 

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menambahkan peserta Sekolah Rakyat memiliki persyaratan khusus, yakni masuk dalam keluarga dengan kemiskinan ekstrem. Secara umum, Saifullah mengatakan siswa Sekolah Rakyat harus menjadi anggota keluarga dalam kelompok 10% masyarakat berpenghasilan terrendah. 

"Peserta didik Sekolah Rakyat harus ada dalam data itu. Lalu ada seleksi lanjutan, misalnya tes kesehatan dan tes lainnya," kata Saifullah. 

Sebelumya, Saifullah mengatakan, seleksi penerimaan calon murid Sekolah Rakyat akan mulai dibuka pada April mendatang dan beroperasi pada Juli. Penjaringan calon murid Sekolah Rakyat akan difokuskan pada masyarakat berpenghasilan ekonomi terendah pada desil 1 dan 2 sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Sekolah Rakyat akan menyediakan sarana pendidikan tingkat sekolah menengah atas atau SMA. Layanan tingkat pengajaran akan diperluas secara bertahap pada Sekolah Dasar atau SD dan Sekolah Menengah Pertama atau SMP.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...