Honda Tutup Sejumlah Diler, Gaikindo Sebut Tren Penjualan Mobil Memang Turun

Andi M. Arief
27 Mei 2025, 10:42
Honda meluncurkan mobil terbarunya Honda CR-V di hari pertama pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD, Serpong, Tagerang, Kamis (10/8). Mengusung tema \"Future Now\", GIIAS 2023 merepresentasikan masa depan
Muhammad Zaenuddin|Katadata
Honda meluncurkan mobil terbarunya Honda CR-V di hari pertama pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2023 di ICE BSD, Serpong, Tagerang, Kamis (10/8). Mengusung tema \"Future Now\", GIIAS 2023 merepresentasikan masa depan industri otomotif dengan menghadirkan kendaraan ramah lingkungan.
Button AI SummarizeMembuat ringkasan dengan AI

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo menyatakan penutupan penjualan mobil mengalami tren penurunan. Hal tersebut disampaikan saat menanggapi penutupan diler milik PT honda Prospect Motor.

Honda setidaknya menutup dua dilernya secara permanen pada kuartal pertama tahun ini, yakni Honda Pasteur, Bandung dan Honda Jemursari, Surabaya.

Menanggapi hal itu, Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto, mengatakan belum mendapatkan laporan resmi terkait pertimbangan penutupan dua pusat penjualan Honda tersebut.

"Gaikindo tidak tahu apa alasan penutupan dua diler milik Honda ini. Memang penjualan mobil sedang menurun saat ini, tapi mobil bermesin konvensional masih mendominasi angka penjualan kendaraan bermotor," kata Jongkie kepada Katadata.co.id, Selasa (27/5).

Untuk diketahui, penjualan grosir Honda susut lebih dari 50% dari 6.303 unit pada Maret 2025 menjadi 3.000 unit pada bulan lalu. Adapun penjualan grosir selama empat bulan pertama tahun ini turun 22,46% secara tahunan menjadi 25.336 unit.

Senada, penjualan mobil Honda langsung ke konsumen turun 44,4% secara bulanan pada bulan lalu menjadi 4.539 unit. Sementara itu, penjualan Januari-April susut 19,4% secara tahunan menjadi 29.215 unit.

Gaikindo mendata penjualan mobil secara nasional lebih rendah 7.646 unit atau turun 2,89% secara tahunan menjadi 256.368 unit. Jongkie menyampaikan penurunan penjualan tersebut utamanya disebabkan oleh pelemahan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Volume penjualan mobil turun akibat pertumbuhan ekonomi juga turun. Selain itu, daya beli masyarakat saat ini menurun," ujarnya.

Tanggapan Honda

Sementara itu, Honda Prospect Motor tidak menampik situasi tersebut. Namun mereka mengungkap bahwa penutupan diler merupakan hal yang bisa terjadi.

“Perubahan status diler merupakan hal yang mungkin terjadi dalam dinamika bisnis dan kami selalu menghargai setiap keputusan dari diler sebagai mitra,” ungkap Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor dikutip dari KatadataOTO (26/5).

Meski demikian dirinya menegaskan perusahaan akan mempertahankan kualitas layanan.

“Fokus utama kami adalah memastikan pelanggan tetap mendapatkan kemudahan, kenyamanan, dan kualitas layanan yang konsisten melalui jaringan diler Honda,” ujarnya.

BI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Melambat

Bank Indonesia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 4,7% - 5,5% menjadi 4,6% - 5,4%. Salah satu alasannya yakni ketidakpastian perekonomian global dan realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal I yang melambat.

Pertumbuhan ekonomi kuartal I hanya 4,87% secara tahunan atau year on year (yoy), meski ada momentum Ramadan dan Idul Fitri. Angka ini lebih rendah dibandingkan kuartal IV 2024 5,02%.

Gubernur BI Perry Warjiyo optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik pada semester II. “Hal ini didorong peningkatan permintaan domestik, termasuk dari kenaikan belanja pemerintah,” ujar Perry.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

mobile apps preview
Reporter: Andi M. Arief

Cek juga data ini

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...